INSIBERNEWS - Berbagai proyek besar di Indonesia biasanya didukung oleh investasi asing.
Namun Presiden Prabowo berharap Indonesia bisa menjalankan mega proyek tanpa bantuan investasi asing.
Presiden Prabowo memulai langkah ini dengan cara mencetuskan kebijakan efisiensi anggaran dan Danantara.
Baca Juga: Selain Satryo Soemantri, Berikut Daftar Menteri dengan Masa Jabatan Singkat
Dilansir INsibernews dari akun Instagram @ngomonginuang (20/2/2025), dengan adanya efisiensi anggaran dan Danantara ini diharapkan dapat membuat Indonesia tidak bergantung pada investasi asing.
Presiden Prabowo menegaskan agar Indonesia bisa mandiri dalam pembangunan proyek dan berdiri di atas kaki sendiri.
Bahkan Presiden Prabowo menargetkan akan memulai 15 mega proyek bernilai miliaran pada tahun ini.
Baca Juga: Ketua MK Nilai Demo Indonesia Gelap Merupakan Reaksi Berlebihan Terhadap Presiden Prabowo
“Kita akan mulai tahun ini minimal 15 mega proyek yang (nilainya) miliar dolar,” ujar Presiden Prabowo.
Pemerintah melakukan pengelolaan anggaran yang lebih tepat sasaran dan berbasis pada prioritas pembangunan nasional.
Indonesia dapat memaksimalkan sumber daya dalam negeri dan meningkatkan daya saing ekonomi.
Efisiensi ini meliputi pengurangan pemborosan, pengalokasian dana untuk sektor-sektor yang berpotensi meningkatkan produktivitas.
Artikel Terkait
Menuju Swasembada Energi, Prabowo Resmikan 37 Proyek Listrik di 18 Provinsi Indonesia
Proyek Infrastruktur Kementerian PU Bidang Sumber Daya Air Terancam Mandek, Apa Saja?
Akibat Pemangkasan Anggaran Kementerian PU Sederet Proyek Pembangunan Jalan Terancam Mandek?
Proyek Pengelolaan Air Limbah hingga Penyediaan Air Minum Kena Dampak Pemangkasan Anggaran, Terancam Mandek?
Pembangunan Infrastruktur Kena Pemangkasan Anggaran, Banyak Proyek Mangkrak?