“Kalau gizinya nggak dipenuhi sekarang, bonus demografi nanti bisa jadi beban,” tegasnya.
Baca Juga: Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Saatnya Jaga Gizi Sejak Dini, Bukan Nanti
Isu gizi anak memang bukan hal baru, tapi pernyataan dari Kepala BGN ini kembali jadi pengingat penting bagi semua pihak—dari pemerintah, sekolah, hingga orang tua.
Menu sederhana seperti sayur dan telur mungkin terlihat biasa, tapi bagi banyak anak di pelosok, itu adalah kemewahan.
Lewat MBG, harapannya makin banyak anak Indonesia yang bisa tumbuh sehat dan cerdas tanpa harus berpikir “makan apa hari ini?”