INSIBERNEWS - Baru-baru ini, kabar viral beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa sebanyak 18 ribu pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dirumahkan akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto.
Kabar tersebut pertama kali disebarkan oleh pengguna X dengan akun @raffimulyaa yang menyebutkan bahwa efisiensi anggaran sebesar Rp81 triliun di Kementerian PU menyebabkan ribuan pegawai kehilangan pekerjaan.
“PU kena efisiensi 81T, bisa bikin 18.000 orang dirumahkan,” tulis akun tersebut dalam unggahannya, yang kemudian menjadi viral pada Kamis (13/2/2025).
Menteri PU Dody Hanggodo Bantah Kabar Dirumahkannya Pegawai
Namun, kabar tersebut segera dibantah oleh Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. Dalam klarifikasinya, Dody menegaskan bahwa tidak ada pegawai yang dirumahkan di kementeriannya terkait dengan kebijakan efisiensi anggaran. Ia menjelaskan bahwa kabar yang beredar hanya menyangkut petugas operasi dan pemeliharaan (OP) yang kontraknya telah habis dan saat ini sedang menunggu perpanjangan.
“Tidak ada (yang dirumahkan),” tegas Dody saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (12/2/2025).
Dody juga menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak untuk petugas OP tersebut belum dapat dilakukan karena anggaran yang sedang dalam proses peninjauan. "Kontraknya sudah habis. Next contract-nya belum. Kita belum bisa (teken) next contract karena anggarannya masih ditinjau ulang," jelasnya.
Pemangkasan Anggaran Kementerian PU Sebesar Rp81 Triliun
Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum memang mengalami pemotongan yang signifikan, yaitu sebesar Rp81,38 triliun dari pagu awalnya yang mencapai Rp110,95 triliun. Pemotongan anggaran ini menjadi bagian dari kebijakan efisiensi anggaran yang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai Efisiensi dalam Pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025.
Inpres tersebut menginstruksikan pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga (K/L) untuk meningkatkan efisiensi belanja negara, dengan total pemangkasan anggaran yang mencapai Rp306,69 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp256,1 triliun berasal dari pemangkasan belanja K/L dan sisanya, Rp50,59 triliun, dari pemangkasan transfer ke daerah.
Klarifikasi Dody Hanggodo Disambut Positif
Setelah klarifikasi dari Menteri Dody, isu tentang ribuan pegawai yang dirumahkan tampaknya dapat ditepis. Meski demikian, pemangkasan anggaran yang besar tetap menjadi tantangan bagi banyak kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum.
Artikel Terkait
Menko Infra AHY Sebut Pemerintah Berupaya Turunkan Harga Tiket Pesawat dan Moda Transportasi Lain Menjelang Lebaran 2025
Presiden Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Dipimpin Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Ramadan 2025, Jadwal Sekolah Bisa Berubah! Ini Tiga Opsi yang Sedang Dibahas Pemerintah!
Menhut Raja Juli Antoni Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Lakukan Deforestasi untuk Lahan Pangan dan Energi: Pemerintah Tidak Deforestasi!
Menyambut Februari 2025, Apa Saja Libur yang Menanti?
KCI Bakal Terapkan Pembelian Tiket KRL Secara Digital, Stasiun Sudirman dan BNI City Jadi Percobaan
KIP Kuliah Bakal Ganti Nama, Mendikti Sesuaikan dengan Kabinet Merah Putih Prabowo
KIP Kuliah 2025 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Tahapan Pendaftarannya!
Deddy Corbuzier Diangkat Jadi Staf Khusus Menhan! Usai Bela Program MBG, Kini Punya Peran Baru di Pertahanan?
Pemerintah Pangkas Anggaran Kementerian Pendidikan dan Kesehatan, Sementara Retreat Kepala Daerah Tetap Digelar: Apa yang Sebenarnya Terjadi?