Program Nasional Biomedical Genome Science Initiative, Digagas Oleh Menkes Budi G Sadikin yang Bertujuan Deteksi Potensi Penyakit Di Masa Depan

Photo Author
A. Bima Putra, Insibernews
- Kamis, 18 Juli 2024 | 19:42 WIB
Biomedical Genome Science Initiative Untuk Mendeteksi Penyakit di Masa Depan (Foto: Istimewa)
Biomedical Genome Science Initiative Untuk Mendeteksi Penyakit di Masa Depan (Foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Biomedical Genome Science Initiative (BGSi) merupakan program nasional pertama yang digagas oleh Menkes Budi G. Sadikin yang ditujukan untuk mendeteksi potensi penyakit di masa depan sekaligus menghadirkan pengobatan yang presisi (precision medicine) bagi masyarakat.

Baca Juga: Kabar Duka Dari Jennifer Coppen, Sang Suami Dali Wassink Meninggal Dunia

Hal tersebut diwujudkan melalui memanfaatkan teknologi pengumpulan informasi genetik (genom) dari manusia maupun patogen seperti virus dan bakteri, atau bisa disebut dengan metode whole genome sequencing.

Bermarkas di Gedung Eijkman Jakarta, hingga hari ini ada enam hubs pionir dengan melibatkan tujuh rumah sakit vertikal yang tergabung dalam BGSi. Tujuh rumah sakit tersebut, yaitu RS Kanker Dharmais, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso.

Kemudian RSUP Persahabatan, RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, RSUP Dr. Sardjito, dan RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah yang akan mengembangkan untuk meneliti enam penyakit prioritas melalui metode whole genome sequencing.

Baca Juga: Imbas Adanya Pungutan Sekolah Jelang PHBN, Ini Isi Surat Edaran Disdik Purwakarta

Tujuh penyakit tersebut terdiri dari kanker (payudara, paru-paru, kolorektal, dan serviks), penyakit infeksi (tuberkulosis), penyakit otak dan neurodegeneratif (stroke), penyakit metabolik (diabetes), duchenne muscular dystrophy (DMD), pulmonary arterial hypertension (PAH) dan juga terkait dengan penuaan, nutrisi, dan kesehatan (psoriasis).

Hingga akhir tahun 2024 mendatang, ditargetkan ada 10.000 sampel genome sequences manusia yang terkumpul dan diteliti guna pemetaan varian data genome dari populasi penduduk Indonesia yang memiliki penyakit prioritas tersebut.

Editor: A. Bima Putra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X