Bulog Catat Rekor Serapan Beras, Mentan Amran Optimistis Capai Target Produksi Nasional 5 Juta Ton di 2026

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 21:05 WIB
Foto Ilustrasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (foto: Istimewa)
Foto Ilustrasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS – Kabar baik datang dari dunia pertanian Indonesia. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan optimisme tinggi soal target produksi beras nasional.

Setelah sukses mengamankan stok beras 4 juta ton, Amran kini membidik angka ambisius: 5 juta ton produksi beras pada tahun 2026!

Tapi tentu, target besar ini bukan sekadar angan-angan. Mentan menyebutkan kunci pencapaiannya terletak pada proyek pembangunan dan normalisasi sistem irigasi di lahan seluas 2 juta hektare.

Kalau proyek ini tuntas, maka lonjakan produksi diyakini bisa dicapai. “Kalau irigasi selesai, mudah-mudahan bisa naik jadi 5 juta ton,” ujarnya saat acara syukuran cadangan beras pemerintah di Jakarta.

 Baca Juga: Menteri Amran Beberkan Proyek Fiktif di Kementan, Negara Rugi Miliaran

Untuk 2025 sendiri, targetnya adalah 3 juta ton. Kabar menggembirakannya, dalam 5 bulan pertama tahun ini saja, Indonesia sudah berhasil memproduksi 2,4 juta ton beras—atau lebih dari 80 persen dari target tahunan!

Masih ada waktu 7 bulan lagi, jadi Amran cukup percaya diri target ini tidak hanya tercapai, tapi bahkan bisa dilampaui.

Yang menarik, serapan beras oleh Bulog mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu lebih dari 2,4 juta ton per akhir Mei 2025.

Ini menunjukkan koordinasi antara petani, Bulog, dan pemerintah berjalan cukup solid.

Stok beras nasional pun menembus angka 4 juta ton, meskipun sekitar 1,59 juta ton di antaranya masih berasal dari impor.

 Baca Juga: Mentan Amran Rencana Impor 1,8 Juta Ton Susu Sapi Dari Vietnam Untuk Program Makan Gratis

Amran menggarisbawahi bahwa capaian ini tak lepas dari dorongan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang terus mendorong kebijakan strategis, seperti reformasi distribusi pupuk dan penguatan peran penyuluh pertanian.

Semua diarahkan untuk satu tujuan: mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani.

Soal logistik, Bulog bahkan sampai harus menyewa gudang ekstra berkapasitas 1,4 juta ton, dan kini hampir penuh.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X