INSIBERNEWS - Jalan berlubang di Karawang kembali memakan korban. Sejak Jumat (28/3) malam, sebanyak 22 pemudik mengalami kecelakaan, dengan 3 orang harus dirujuk ke rumah sakit.
Data ini disampaikan oleh Koordinator Pos Terpadu Jalan Lingkar Luar Tanjungpura-Klari, Asep Hermanto.
Salah satu insiden terjadi pukul 19.30 WIB, di mana seorang pemudik dari Jakarta menuju Pemalang terjatuh akibat jalan rusak di depan belokan menuju Kantor Pemkab Dua. Lokasi tersebut dikenal rawan kecelakaan, terutama saat musim mudik.
Baca Juga: Viral Video Perbaikan Jalan Pantura Karawang, Tim PPK Jabar Bantah Dikerjakan Asal-asalan
Laporan dari Media Sosial dan Tanggapan Polres Karawang
Selain insiden tersebut, kecelakaan juga menimpa pemudik dari Cikarang menuju Tasikmalaya di lokasi yang sama. Informasi ini awalnya beredar luas di media sosial dan sedang dalam pemeriksaan oleh Polres Karawang.
Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Abdurrohman Hidayat, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus ini.
"Mohon waktu, masih kami cek yang tangani polsek atau lantas," ujarnya pada Sabtu (29/3).
Dugaan sementara, dua pemudik yang mengalami kecelakaan di jalur arteri Karawang tertabrak mobil dari belakang setelah terjatuh akibat jalan berlubang.
Baca Juga: Tragedi Sinkhole di Seoul: Pengendara Motor Tewas Setelah Jatuh ke Lubang Raksasa di Jalan Raya
Jalan Berlubang di Karawang: Masalah Tak Kunjung Usai
Persoalan jalan rusak di Karawang sudah menjadi sorotan sejak sepekan sebelum Lebaran. Meskipun sudah ada upaya perbaikan, warga menilai penambalan jalan dilakukan asal-asalan.
Sebuah video viral di media sosial menunjukkan pekerja beratribut Kementerian PUPR melakukan perbaikan jalan dengan cara melempar campuran aspal menggunakan sekop dan tangan kosong, lalu menginjak-injak aspal agar merata.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Jabar, Agung Satrio, mengakui bahwa jalur arteri Pantura Karawang hingga Subang masih memiliki titik-titik kerusakan.
Namun, ia berdalih bahwa pengerjaan terhambat oleh tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.
"Sebetulnya bukan enggak tertangani, tapi karena hujan masih cukup intens, jadi pengerjaan terhambat. Tapi kami tetap bekerja untuk menutup lubang," kata Agung.
Baca Juga: Wanita Terjatuh ke Got di Terminal Kampung Rambutan, Diduga Meninggal Karena Sakit Saat Hendak Mudik
Artikel Terkait
TransJakarta Perpanjang Waktu Operasional untuk Dukung Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025
Harga Daging Sapi di Payakumbuh Tembus Rp140 Ribu per Kilogram Menjelang Lebaran
Pemerintah Prabowo Gibran Luncurkan Kebijakan TUNAS: Platform Digital Wajib Lindungi Anak dari Konten Negatif
Harga Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati Stabil di Kisaran Rp32.000-Rp40.000 per Kg Menjelang Idul Fitri
Rekayasa Lalin Sukses! Kapolri: Waktu Tempuh Jakarta-Jawa Tengah Cuma 5 Jam 12 Menit Arus Mudik Lebaran 2025
Menteri PPPA Apresiasi Fasilitas Mudik PT KAI yang Sediakan Buku Cerita Anak & Ruang Laktasi di Stasiun Pasar Senen-Gambirempuan dan Anak
Dua Penumpang Terjatuh ke Laut di Pelabuhan Merak: Diduga Akibat Desakan Saat Naik Kapal
Tarif Listrik untuk 13 Golongan Nonsubsidi Tetap Stabil pada Kuartal II 2025
Warga Negeri Wakal Maluku Gelar Salat Id Lebih Awal: Ikuti Perhitungan Bulan, Bukan Almanak
Takbir Bergema, Jemaah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah di Aceh dan Padang Rayakan Idul Fitri Lebih Awal