Perbaikan Jalan Masih Belum Optimal
Agung mengklaim bahwa hanya tersisa 9 titik jalan berlubang di jalur arteri Karawang hingga Subang. Namun, ia mengakui bahwa lubang baru dapat muncul kapan saja akibat tergerus hujan.
Terkait metode penambalan jalan yang dinilai asal-asalan, Agung menjelaskan bahwa itu adalah tindakan preventif sebelum dilakukan pengerasan.
"Kemarin itu tim dari posko melakukan tindakan preventif, sementara tim patching berada di belakang dengan metode sesuai spesifikasi bina marga," jelasnya.
Material yang digunakan dalam perbaikan ini adalah cold patch JMTM-31 dari PT Jasamarga Tollroad Maintenance, yang dapat ditabur langsung dan dipadatkan dengan gilasan roda kendaraan yang melintas.
Keselamatan Pemudik Harus Jadi Prioritas
Insiden kecelakaan akibat jalan berlubang ini menunjukkan bahwa penanganan infrastruktur jalan masih jauh dari optimal.
Meski ada klaim bahwa perbaikan dilakukan terus-menerus, fakta di lapangan membuktikan bahwa jalan yang tidak layak masih menjadi ancaman bagi pemudik.
Dengan arus mudik yang terus meningkat menjelang Lebaran, diperlukan langkah serius dari pemerintah untuk memastikan bahwa jalan benar-benar aman bagi pengguna.
Artikel Terkait
TransJakarta Perpanjang Waktu Operasional untuk Dukung Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025
Harga Daging Sapi di Payakumbuh Tembus Rp140 Ribu per Kilogram Menjelang Lebaran
Pemerintah Prabowo Gibran Luncurkan Kebijakan TUNAS: Platform Digital Wajib Lindungi Anak dari Konten Negatif
Harga Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati Stabil di Kisaran Rp32.000-Rp40.000 per Kg Menjelang Idul Fitri
Rekayasa Lalin Sukses! Kapolri: Waktu Tempuh Jakarta-Jawa Tengah Cuma 5 Jam 12 Menit Arus Mudik Lebaran 2025
Menteri PPPA Apresiasi Fasilitas Mudik PT KAI yang Sediakan Buku Cerita Anak & Ruang Laktasi di Stasiun Pasar Senen-Gambirempuan dan Anak
Dua Penumpang Terjatuh ke Laut di Pelabuhan Merak: Diduga Akibat Desakan Saat Naik Kapal
Tarif Listrik untuk 13 Golongan Nonsubsidi Tetap Stabil pada Kuartal II 2025
Warga Negeri Wakal Maluku Gelar Salat Id Lebih Awal: Ikuti Perhitungan Bulan, Bukan Almanak
Takbir Bergema, Jemaah Tarekat Syattariyah dan Naqsyabandiyah di Aceh dan Padang Rayakan Idul Fitri Lebih Awal