INSIBERNEWS - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti penurunan jumlah pemudik Lebaran 2025 yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.
Berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik tahun ini diprediksi hanya mencapai 146,48 juta orang, mengalami penurunan sebesar 24% dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 193,6 juta orang.
Menurut Puan, penurunan jumlah pemudik ini bisa menjadi indikator bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja.
Banyak orang yang kemungkinan memilih untuk tidak pulang kampung karena keterbatasan dana, mengingat biaya transportasi dan kebutuhan lainnya terus meningkat.
“Saat ini perekonomian memang sedang menghadapi tantangan yang sedemikian rupa. Keadaan ini harus direspons oleh Pemerintah agar tidak semakin banyak masyarakat yang turun kasta dari sisi kelompok ekonomi,” ujar Puan dalam keterangan tertulis, Kamis (27/3).
Perputaran Uang di Masyarakat Juga Menurun
Selain jumlah pemudik, perputaran uang selama libur Idul Fitri 2025 juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), total perputaran uang selama Lebaran tahun ini diprediksi hanya Rp 137,97 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 157,3 triliun.
Penurunan perputaran uang ini dapat berimbas pada sektor perdagangan, UMKM, serta pariwisata di berbagai daerah yang biasanya mengalami lonjakan pendapatan saat musim mudik dan Lebaran.
Puan menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi melemahnya daya beli masyarakat.
Baca Juga: Puan Maharani Tanggapi Gugatan UU TNI Ke MK: Baca Dulu, Baru Komentar!
Desakan Stimulus Ekonomi untuk Rakyat
Melihat kondisi ini, Puan mendesak pemerintah untuk segera memberikan stimulus ekonomi berupa bantuan sosial (bansos) yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat tanpa hambatan birokrasi yang berbelit-belit.
“Apalagi sebentar lagi Lebaran, pastinya ada banyak kebutuhan yang dirasakan rakyat. Jangan biarkan masyarakat kecil menanggung semua beban ini sendirian. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata dan langkah konkret,” tegasnya.
Pemerintah sendiri telah menargetkan dua jenis bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan sebelum Idul Fitri 1446 H, yaitu:
Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) – bantuan bagi keluarga miskin yang memiliki anak sekolah, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) – bantuan berupa bahan pangan pokok untuk membantu keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Artikel Terkait
3 Juta Lebih Lulusan SMA SMK Menganggur! Ini Strategi Pemerintah Atasi Pengangguran Kaum Muda Gen Z
Menaker Yassierli: Anjloknya IHSG Tak Berdampak pada Ketenagakerjaan, Pemerintah Fokus Siapkan Skill Pekerja
iPhone 16 Series Resmi Rilis di Indonesia 11 April 2025! Ini Daftar Model & Fitur Terbarunya
Rasio KPR di Indonesia Masih Rendah, BI Soroti Kesenjangan Perumahan di Daerah Padat Penduduk
Dari Krisis 1998 ke 2025: BI Buktikan Fundamental Ekonomi RI Masih Kuat dan Bandingkan Ketahanan Ekonomi RI di Tengah Gejolak Pasar
Rosan Roeslani Larang Rangkap Jabatan, Tapi Dirinya Justru Pegang 2 Posisi Strategis - Ini Alasannya!
Danantara Indonesia Akan Tata Ulang Holding BUMN, Pilih BKI Sebagai Induk, Ini Kriteria Kesehatan Finansial yang Jadi Pertimbangan
Mengapa Danantara Butuh WNA? Bahlil: Mereka Punya Pengalaman Kelola Aset Negara Kelas Dunia
Airlangga Hartarto: Devisa Hasil Ekspor Akan Perkuat Rupiah yang Melemah
Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Pemangkasan Jajaran Komisaris BUMN Perbankan, Harus Lebih Sedikit tapi Lebih Kompeten!