Porsi Emas dalam Portofolio Investasi
Lukman juga merekomendasikan agar investor mempertimbangkan untuk meningkatkan porsi emas dalam portofolio investasi mereka. “Porsi kepemilikan emas bergantung pada individu. Namun, saat ini sangat favorable untuk investasi emas, dan mungkin bisa menaikkan porsi kepemilikan emas menjadi 20-30 persen,” tambah Lukman.
Meskipun demikian, ia juga menekankan pentingnya diversifikasi aset. Emas memang menjadi pilihan yang menarik, tetapi tetap disarankan agar investor tidak menempatkan seluruh dana investasi mereka hanya dalam satu jenis aset. “Investasi tidak ada yang benar-benar aman. Namun, obligasi dan emas bisa dipertimbangkan untuk meminimalisir risiko,” ujar Lukman, menambahkan bahwa saham-saham berisiko tetap harus dipilih dengan hati-hati.
Pandangan tentang Saham dan Obligasi
Di sisi lain, analis pasar modal Ibrahim Assuaibi memberikan perspektif yang berbeda terkait saham. Menurut Ibrahim, meskipun IHSG mengalami penurunan, saham-saham blue chip masih bisa menjadi pilihan investasi yang menarik di jangka panjang.
"Saham itu kan cuma satu arah, kita membeli saham dengan harga murah dan suatu saat pasti akan naik," ujar Ibrahim, menyarankan investor pemula untuk memilih saham-saham dengan harga murah namun memiliki fundamental yang bagus.
Mengenai investasi logam mulia, Ibrahim menyarankan agar investor yang memilih emas untuk tetap mempertimbangkan jangka panjang. “Uang yang digunakan untuk membeli emas harus uang yang mengendap atau uang yang tidak dipikirkan, supaya investor bisa lebih menikmati prosesnya,” kata Ibrahim.
Baca Juga: TNI Batal Urus Narkotika: Apa yang Terjadi dengan Revisi Undang-Undang TNI?
Kesimpulan
Harga emas yang terus mengalami lonjakan ini mencerminkan tren positif bagi para investor yang mencari perlindungan dari ketidakpastian ekonomi dan pasar yang volatil. Sementara itu, di tengah anjloknya IHSG dan pelemahan rupiah, emas menawarkan peluang bagi para investor yang menginginkan keuntungan dalam jangka panjang.
Namun, seperti yang disarankan oleh para analis, investasi emas tetap lebih baik dipandang sebagai bagian dari portofolio investasi jangka panjang, dengan porsi yang sesuai dan tetap dilakukan dengan strategi diversifikasi yang tepat.
Artikel Terkait
Penerimaan Pajak Indonesia 2025 Tertahan Coretax dan Efisiensi Jadi Fokus Kemenkeu di Tengah Defisit APBN
Wamenekraf Irene Umar Ajak Kolaborasi untuk Kembangkan Pembelajaran Digital di Indonesia
Remaja Konvoi Sambil Main Petasan di Kebon Jeruk, Warga Resah, KJP Bisa Dicabut!
Skandal Minyakita: Dua Pelaku Ditangkap, Terancam Penjara Lima Tahun
Megawati Ingatkan PDIP Soal RUU TNI: Jangan Sampai Dwifungsi Kembali
TNI Batal Urus Narkotika: Apa yang Terjadi dengan Revisi Undang-Undang TNI?
Pemerintah Rencanakan Transformasi BUMN Karya Menjadi BUMN Pangan Agrinas: Apa Dampaknya untuk Ketahanan Pangan?
IHSG Anjlok, Sri Mulyani Sebut Faktor Global dan Nasional Sebagai Penyebab Utama
Presiden Prabowo Siap Temui Investor Pasar Modal Setelah IHSG Anjlok, Luhut Pastikan Pemerintah Tetap Hati-hati