Arie Kriting Kini Sukses Jadi Komika Dan Sutradara Film, Suami Indah Permatasari Ceritakan Pengorbanan Ibunya Gadaikan Emas Untuk Biaya Kuliahnya

Photo Author
Linda Yuliani, Insibernews
- Selasa, 26 November 2024 | 14:11 WIB
Arie Kriting ceritakan pengorbanan ibunya gadaikan emas untuk biaya kuliahnya. (Instagram.com @arie_kriting)
Arie Kriting ceritakan pengorbanan ibunya gadaikan emas untuk biaya kuliahnya. (Instagram.com @arie_kriting)

INSIBERNEWS - Saat ini nama Arie Kriting telah sukses menjadi komika, selebritas dan sutradara film Indonesia. 

Selain aktif sebagai komedian, penulis dan bermain film, terakhir suami Indah Permatasari itu telah menggarap sebuah film berjudul Kakak Bos yang telah berhasil ditonton sebanyak delapan ratus ribu lebih di bioskop.

Mengawali karir sebagai komedian sejak tahun 2013. Arie Kriting menceritakan perjuangan ibunya yang rela menggadaikan perhiasan emas untuk biaya kuliah Arie dan baru bisa ditebus setelah 20 tahun.

Baca Juga: Miris! Bayi 6 Bulan Tewas Akibat Ulah Sopir Pikap Lawan Arah

"Jadi tahun 1999 saya dan bapak ke Makassar, terus bapak beli gelang emas buat Mama. Pas saya masuk kuliah, ternyata gelangnya digadai buat biaya kuliah, baru ditebus 20 tahun kemudian," tulis Arie Kriting di akun X nya.

Laki-laki asal Nusa Tenggara Timur itu mengungkap bahwa ibunya baru tahun ini mengatakan punya emas disimpan di pegadaian yang menurut ibunya nominal untuk menebusnya lumayan cukup besar.

Tetapi karena takut membabani Arie, selama 20 tahun ibunya tidak mengatakan soal emas yang digadaikan tersebut.

Baca Juga: Gubernur Bengkulu Jadi Tersangka KPK, Diduga Gunakan Gaji Guru untuk Pilkada

"Kalau ada yang bilang seorang Ibu cenderung gak mau cerita kesulitannya ke anak laki-laki, ya mungkin ada benarnya. Tapi kalau dari perspektif saya, mungkin karena Mama tahu kalau Mama kesulitan maka sebagai anak laki-laki pasti melakukan semua hal," ujar Arie.

Ia juga mengatakan bahwa sebagai anak laki-laki yang sudah besar dan sudah berdiri di atas kakinya sendiri. Ada waktu di mana pada masa bertumbuh dengan orang tua, anak laki-laki itu hanyalah seorang bayi yang membutuhkan kasih sayang orang tua.

"Kita laki-laki ini setelah besar, kuat, gagah, dan perkasa mungkin suka lupa bahwa ada hari-hari di awal kehidupan kita di mana kita hanyalah seorang bayi ringkih tak berdaya yang akhirnya tetap hidup dan tumbuh besar karena kesabaran dan belas kasih orang tua," papar Arie Kriting.***

Baca Juga: Kini Mantap Berhijab, Paula Verhoeven Ingin Memperbaiki Diri Sebelum Usia 40 Tahun

Editor: Linda Yuliani

Sumber: Media sosial x @ariekriting

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X