INSIBERNEWS - Keluarga komika Pandji Pragiwaksono menjadi perhatian publik setelah putra sulungnya, Dipo, menjadi sasaran perundungan oleh sejumlah warganet. Aksi tersebut mencuat seiring viralnya materi stand-up comedy Pandji bertajuk Mens Rea yang menuai beragam reaksi di media sosial.
Serangan warganet tidak diarahkan pada materi komedi semata, melainkan melebar hingga menyentuh ranah personal keluarga. Dipo, yang masih di bawah umur, menjadi target komentar bernada merendahkan, terutama terkait fisik dan perbandingan dengan tokoh politik tertentu.
Baca Juga: PBB Ungkap Skala Kehancuran Gaza, Puluhan Juta Ton Puing dan Ancaman Generasi Hilang
Menanggapi situasi itu, Pandji menyampaikan dukungan terbuka kepada anak-anaknya. Melalui unggahan di Instagram pada 16 Januari 2026, ia membagikan potret kebersamaan keluarga dengan pesan singkat namun penuh makna.
“Always my babies,” tulis Pandji, menegaskan bahwa anak-anaknya akan selalu berada dalam perlindungan dan dukungan penuh orang tua.
Sikap lebih tegas datang dari sang istri, Gamila Arief. Ia bereaksi keras setelah menemukan komentar warganet yang dinilai sudah melampaui batas etika dengan mengolok-olok fisik Dipo dan menyeret isu politik ke dalamnya.
Baca Juga: BTS Umumkan Album Baru ‘ARIRANG’, Tanda Kembalinya Aktivitas Grup Usai Wamil
Melalui akun media sosial X, Gamila mengecam tindakan tersebut sebagai perundungan yang pengecut. Ia menilai serangan terhadap anak-anak adalah bentuk kekerasan verbal yang tidak bisa dibenarkan dalam situasi apa pun.
“Kalau berani, hadapi orang tuanya. Jangan menyerang anak-anak,” tulis Gamila dalam unggahannya.
Respons keluarga Pandji tersebut memicu gelombang simpati dari publik. Banyak warganet menyatakan dukungan dan mengingatkan pentingnya menjaga etika di ruang digital, terutama ketika kritik terhadap figur publik berpotensi berdampak pada keluarga mereka.
Baca Juga: Danantara Bidik Tekstil Jadi BUMN Baru, Fokus Serap Tenaga Kerja Nasional
Sejumlah pengguna media sosial juga menekankan bahwa perbedaan pendapat terhadap karya seni, termasuk stand-up comedy, seharusnya tidak menjadi alasan untuk melakukan serangan personal, apalagi kepada anak di bawah umur.
Kasus ini kembali membuka diskusi soal batas kebebasan berekspresi di dunia maya dan tanggung jawab kolektif untuk menciptakan ruang digital yang aman.
Banyak pihak berharap peristiwa ini menjadi pengingat agar kritik tetap disampaikan secara beradab tanpa melukai pihak yang tidak terlibat.***
Artikel Terkait
Kasus Ahli Waris Anak Lina Jubaedah Mantan Istri Sule, Teddy Pardiyana Ajukan Permohonan Kontensius ke PA Bandung
Bersama BRILink Agen, Keluarga di Jepara ini Berhasil Buka Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat Sekitar
Megawati Tegaskan PDIP Menolak Pilkada via DPRD: Demokrasi Tak Boleh Mundur
Harga Minyak RI Terkoreksi di Akhir Tahun, Bayang-bayang Oversupply Tekan ICP
Kemenkeu Bantah Keras Isu Rekening Jokowi di Bank China, Ditegaskan Hoaks!
Miris! Berkedok Surat Tugas Yayasan, Uang Sedekah Warga untuk Anak Yatim Dipakai Berjudi
Danantara Bidik Tekstil Jadi BUMN Baru, Fokus Serap Tenaga Kerja Nasional
Trump Bentuk Dewan Perdamaian, Tony Blair Masuk Tim Rencana Akhiri Perang Gaza
BTS Umumkan Album Baru ‘ARIRANG’, Tanda Kembalinya Aktivitas Grup Usai Wamil
PBB Ungkap Skala Kehancuran Gaza, Puluhan Juta Ton Puing dan Ancaman Generasi Hilang