Tak Hanya Cabe, Ferry Irwandi Soroti Komoditas Tani Lain untuk Bangkitkan Ekonomi Sumatera Pascabencana

Photo Author
- Rabu, 24 Desember 2025 | 15:59 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera. (Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera. (Instagram.com/@irwandiferry)

INSIBERNEWS - Upaya pemulihan ekonomi warga Sumatera pascabanjir bandang akhir November 2025 terus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui distribusi hasil pertanian ke luar daerah sebagai langkah cepat menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat terdampak.

Inisiatif tersebut datang dari influencer sekaligus aktivis kemanusiaan, Ferry Irwandi, yang turun langsung ke wilayah terdampak bencana. Bersama sejumlah mitra, ia mengoordinasikan pengiriman komoditas hasil tani dari Sumatera menuju DKI Jakarta dan wilayah lain.

Baca Juga: Jalur Tenge Besi Kembali Terhubung, Truk Logistik Pertama Tembus Takengon Usai Banjir Bandang

Sebelumnya, Ferry dan tim telah mengirimkan puluhan ton cabe asal Aceh. Namun, di balik langkah tersebut, Ferry justru mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan rantai pasok agar distribusi bantuan ekonomi tidak menimbulkan persoalan baru di pasar.

“Seperti yang teman-teman tahu, kita bersama Rumah Tani sudah mengambil berpuluh ton cabe,” ujar Ferry melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @irwandiferry, Rabu, 24 Desember 2025.

“Dan plotting-nya, kita tidak hanya fokus di Jakarta, tapi disebar ke beberapa titik di luar Jakarta,” lanjutnya.

Baca Juga: Bahu-membahu Hadapi Isolasi, Warga Rusip Antara Bangun Jembatan Darurat dari Kayu Secara Manual

Menurut Ferry, langkah tersebut diambil dengan pertimbangan ekonomi paling dasar, yakni memastikan warga tetap memiliki akses pendapatan setelah bencana merusak infrastruktur dan jalur distribusi hasil tani.

“Alasannya simpel, ini soal ekonomi dasar,” jelas Ferry.

Ia menyoroti kondisi warga di sejumlah wilayah pedalaman yang terpaksa berjalan puluhan kilometer untuk menjual hasil pertanian ke kota demi bertahan hidup. Dalam situasi seperti itu, distribusi hasil tani menjadi salah satu solusi paling realistis.

Baca Juga: Ekonomi Lesu Picu Gelombang PHK, Menkeu Purbaya Yakin Tahun Depan Jadi Momentum Kebangkitan

Meski demikian, Ferry menegaskan pihaknya sangat berhati-hati agar distribusi komoditas tidak menimbulkan kelebihan pasokan di satu wilayah tertentu, khususnya Jakarta.

“Kita mencegah over supply di Jakarta supaya tidak terjadi syok di rantai pasokan,” ujarnya.

“Tujuannya jelas, jangan sampai langkah pemulihan ini justru merugikan petani di daerah lain,” tegas Ferry.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X