INSIBERNEWS - Film zombie terbaru asal Indonesia, Abadi Nan Jaya, tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta film tanah air. Meski berhasil menarik perhatian publik dan menduduki posisi teratas di daftar Top 10 Film Netflix Indonesia, film garapan sutradara Kimo Stamboel itu justru menuai beragam reaksi, terutama soal kualitas dan karakter di dalamnya.
Di situs penilaian film populer Rotten Tomatoes, Abadi Nan Jaya hanya memperoleh rating 25 persen — angka yang tergolong rendah dan mencerminkan penilaian negatif dari para kritikus.
Dalam keterangan situs tersebut, skor di bawah 60 persen umumnya menandakan bahwa sebuah film dianggap kurang memuaskan atau gagal memenuhi ekspektasi penonton.
Baca Juga: Ketegangan Meningkat, Israel Serang Gaza Setelah Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata
Sejumlah ulasan menyoroti aspek penulisan karakter yang dianggap tidak realistis dan terlalu “bodoh” untuk genre bertahan hidup. Salah satu pengulas bahkan menyindir keras,
“Sejauh ini mereka adalah karakter paling menyebalkan dan tidak masuk akal di film horor. Setiap adegan seolah dibuat hanya untuk membuat mereka mati konyol.”
Komentar serupa juga ramai muncul di media sosial. Banyak penonton merasa kesal dengan keputusan-keputusan para karakter dalam menghadapi serangan zombie yang dianggap tidak masuk akal.
Bahkan, beberapa netizen berkelakar bahwa film tersebut “lebih menyeramkan karena kebodohan para karakternya daripada para zombienya sendiri.”
Baca Juga: Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Sore Berpotensi Hujan Petir
Meski begitu, di sisi lain, film ini tetap menarik minat besar dari publik. Banyak yang menonton karena rasa penasaran terhadap film horor lokal dengan tema zombie, yang masih jarang digarap secara serius di industri perfilman Indonesia. Kehadiran deretan bintang populer seperti Eva Celia, Mikha Tambayong, dan Dimas Anggara juga menjadi daya tarik tersendiri.
Sementara itu, beberapa penonton justru memuji aspek teknis film, terutama dari segi efek visual dan tata sinematografi yang dinilai cukup apik untuk ukuran film Indonesia.
Adegan-adegan pertarungan melawan zombie digarap dengan cukup intens, meski dinilai belum mampu menutupi kelemahan di sisi cerita dan logika karakter.
Baca Juga: Heboh Insentif Rp5 Juta: Candaan atau Kebijakan Baru BGN? Begini Duduk Perkara Sebenarnya
Kimo Stamboel, yang dikenal lewat karya-karya bergenre horor dan aksi seperti Ratu Ilmu Hitam dan The Queen of Black Magic, belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang beredar. Namun, sejumlah penggemar membela sang sutradara, menyebut bahwa film ini lebih layak dinikmati sebagai hiburan ringan daripada tontonan serius penuh logika.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Tanggapi Pernyataan Jokowi Soal Polemik Utang Whoosh, Begini Katanya!
Purbaya Yudhi Sadewa Tanggapi Sulitnya Akses Pendanaan Koperasi Desa: 'Itu Ranah Perbankan, Bukan Pemerintah!'
Suporter Desak Erick Thohir Mundur, Nilai PSSI Gagal dan Tak Punya Arah yang Jelas
Andre Rosiade Desak PSSI Kembalikan Shin Tae-yong, Singgung Soal Dana APBN dan Efisiensi Federasi
Heboh Insentif Rp5 Juta: Candaan atau Kebijakan Baru BGN? Begini Duduk Perkara Sebenarnya
Megawati Hangestri Akhiri Kontrak dengan Manisa BBSK, Ungkap Alasan Pribadi di Balik Keputusan
Hakim Vonis Mati Gunawan, Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak di Rejang Lebong
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Pagi Cerah Berawan, Sore Berpotensi Hujan Petir
Amazon Bakal PHK 30 Ribu Karyawan Korporat, Efisiensi dan AI Jadi Alasan Utama
Ketegangan Meningkat, Israel Serang Gaza Setelah Tuduhan Pelanggaran Gencatan Senjata