Kasus ini menyoroti lagi fenomena buzzer politik di Indonesia. Banyak pihak menilai kehadiran buzzer bisa mengaburkan informasi dan membentuk opini publik yang bias.
Unggahan Jerome dan pengalaman Marshel makin membuka mata publik bahwa narasi damai di media sosial bisa jadi bukan hanya sekadar konten biasa, melainkan ada kepentingan besar di baliknya.
Artikel Terkait
eaJ Park Suarakan Duka untuk Affan Kurniawan, Tunda Penjualan Tiket Konser Jakarta
Pendiri Kakao Entertaiment Terancam 15 Tahun Penjara dalam Kasus Manipulasi Saham SM Entertainment
Suzy Diterpa Isu Pernikahan dengan Bos Kosmetik, Agensi Siap Ambil Langkah Hukum
Go Min Si Buka Suara soal Isu Bullying, Tegaskan Tak Pernah Lakukan Kekerasan
Bahlil Janji Atasi Kelangkaan BBM, Pertamina Diperkuat dan Kuota Impor Naik
Baru Diet 3 Hari Sudah Turun 3 Kilo, Rahasianya Apa Sih?
Indomobil Resmi Kuasai Nissan Motor Indonesia, Perkuat Bisnis Otomotif Nasional
Marseille Beri Penghormatan untuk Driver Ojol Korban Ricuh Demo Jakarta
AS Larang Mahmoud Abbas Hadiri Sidang Umum PBB, Delegasi Palestina Kehilangan Visa
Penembakan di Sekolah Katolik AS Guncang Komunitas, Pelaku Terobsesi Pembunuhan Massal