King Abdi Dipanggil Polisi Gegara Promosi Miras, DPRD Kota Malang Ikut Geram!

Photo Author
- Jumat, 18 Juli 2025 | 09:25 WIB
Kontestan Jebolan MasterChef Indonesia Season 10 - King Abdi (Foto : Instagram/kingabdi_jajanmercon)
Kontestan Jebolan MasterChef Indonesia Season 10 - King Abdi (Foto : Instagram/kingabdi_jajanmercon)

INSIBERNEWS - Nama Amrizal Nuril Abdi, jebolan MasterChef Indonesia Season 10 yang lebih dikenal sebagai King Abdi, kini tengah jadi sorotan publik.

Hal ini buntut dari video promosinya untuk pembukaan toko minuman keras “Sari Jaya 25” yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Malang. Konten tersebut dinilai kontroversial dan memicu polemik hingga menyentuh ranah hukum.

Baca Juga: Diperiksa 8 Jam, Bareskrim Sebut Lisa Mariana Berpotensi Jadi Tersangka, Begini Responnya!

Polresta Malang Kota mengonfirmasi akan memanggil King Abdi untuk dimintai keterangan dalam rangka penyelidikan awal. Hal ini disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol M Sholeh, saat ditemui awak media, Kamis, 17 Juli 2025.

“Kami akan panggil yang bersangkutan (King Abdi),” ujar Sholeh singkat namun tegas.

Baca Juga: Konflik Memanas, Trump Kecam Serangan Israel pada Gereja Katolik di Gaza

Meski hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk, pihak kepolisian memastikan akan tetap memproses kasus ini karena dinilai telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Menurut Sholeh, konten yang beredar sudah cukup menjadi dasar untuk melakukan penyelidikan awal.

“Kami belum menerima laporan sama sekali. Tapi kami akan segera tindak lanjuti dengan membuat surat perintah penyelidikan (sprint lidik),” lanjutnya.

Baca Juga: Terseret Kasus Manipulasi Saham, Bos HYBE Bang Si-hyuk Terancam Dilimpahkan ke Kejaksaan

Dalam video yang tersebar luas di media sosial, King Abdi tampak mempromosikan produk miras dengan nada santai dan narasi yang menyebut minuman keras lebih menyenangkan daripada es teh.

Ungkapan tersebut sontak menuai reaksi keras dari berbagai pihak, terutama para anggota DPRD Kota Malang yang menilai video itu menyesatkan.

Baca Juga: Jangan Nekat! Ini yang Bisa Terjadi Jika Kamu Bekerja Tanpa Tidur Selama Berhari-hari

“Itu jelas-jelas promosi miras secara terbuka. Seharusnya ada batasan usia atau peringatan, seperti di bungkus rokok. Tapi ini? Bebas banget. Tidak etis. Saya minta tokonya ditutup saja!” ujar Arif Wahyudi, anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB dengan nada kesal.

Baca Juga: Israel Serang Gereja Katolik di Gaza, Tiga Orang Tewas Termasuk Lansia dan Petugas Paroki

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X