Salah Lirik Saat Nyanyikan Lagu Indonesia Raya di Turnamen Piala Presiden 2025, Rita Butar Butar Tuai Sorotan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 9 Juli 2025 | 12:59 WIB
Rita Butar Butar salah lirik saat tampil di Turnamen Piala Presiden 2025 (@ritabutarbutar16)
Rita Butar Butar salah lirik saat tampil di Turnamen Piala Presiden 2025 (@ritabutarbutar16)

 

INSIBERNEWS – Turnamen sepak bola bergengsi Piala Presiden 2025 resmi dibuka pada Sabtu malam, 6 Juli 2025, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Acara pembukaan digelar megah dan meriah, menampilkan pertunjukan cahaya, parade budaya dari berbagai daerah, hingga penampilan musisi papan atas yang memukau puluhan ribu penonton di stadion dan jutaan lainnya yang menyaksikan dari layar kaca.

Namun di balik gemerlap seremoni pembukaan, terdapat satu insiden yang menjadi perbincangan hangat di media sosial: kesalahan lirik saat pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh penyanyi legendaris Rita Butar Butar.

Baca Juga: BRI Berhasil Salurkan Bantuan Subsidi Upah Senilai Rp1,72 Triliun ke 2,8 Juta Pekerja

Insiden Salah Lirik Warnai Momen Sakral

Momen pengibaran bendera Merah Putih seharusnya menjadi bagian paling sakral dari seluruh rangkaian acara.

Rita Butar Butar, yang dipercaya menyanyikan Indonesia Raya, tampil dengan suara lantangnya yang masih kuat meski usianya tak lagi muda.

Namun, di tengah lagu, terdengar kesalahan pada beberapa bait yang sontak memunculkan ekspresi kaget dari penonton.

Baca Juga: Awalnya Menolak, Mantan Suami Lee Si Young Angkat Bicara Soal Kehamilan Anak Ke-2

Rekaman insiden tersebut segera beredar luas di media sosial, mengundang beragam reaksi dari warganet.

Banyak yang menyayangkan insiden ini, terutama mengingat status Rita sebagai penyanyi senior dengan pengalaman puluhan tahun di industri musik Tanah Air.

Reaksi Publik dan Tanggapan Panitia

Panitia pelaksana Turnamen Piala Presiden 2025 menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan mengaku tengah mengevaluasi kejadian itu.

Baca Juga: Lee Siyoung Hamil Anak Kedua dari Mantan Suami: Embrio Terakhir, Kesempatan Terakhir

Meski demikian, mereka menegaskan bahwa kesalahan manusiawi tidak mengurangi penghargaan terhadap kontribusi besar Rita dalam dunia musik nasional.

Sementara itu, sebagian publik justru memberikan dukungan dan pengertian kepada sang diva, menyebut bahwa tekanan tampil di hadapan puluhan ribu orang bisa memengaruhi konsentrasi siapa saja, termasuk musisi profesional.

Rita Butar Butar: Ikon Musik Pop, Rohani, dan Batak

Terlepas dari insiden tersebut, Rita Butar Butar tetap menjadi sosok yang dihormati dalam dunia musik Indonesia.

Baca Juga: 72 Mobil Mewah Disita dari Sritex, Kejagung Bongkar Dugaan Kredit Bermasalah Ratusan Miliar

Lahir pada 3 Maret 1960, ia dikenal luas sejak era 1980-an lewat lagu ikonik "Seandainya Aku Punya Sayap."

Suaranya yang khas dan berjangkauan lima oktaf membuatnya menjadi salah satu penyanyi dengan kemampuan vokal terbaik di Indonesia.

Rita tak hanya dikenal di genre pop, tapi juga dalam lagu-lagu rohani Kristen dan musik tradisional Batak, yang semakin memperkaya kontribusinya terhadap keberagaman musik Nusantara.

Baca Juga: Janji Pembangunan Tinggal Wacana, Dana Desa Cipaku Raib Demi Judi Online dan Diamond Game

Ia kerap tampil dalam konser-konser nasional, acara kenegaraan, serta perayaan keagamaan dan budaya.

Meski telah melewati masa puncak popularitasnya, nama Rita Butar Butar tetap abadi di hati banyak penggemar, terutama karena komitmennya menjaga kualitas dan ketulusan dalam bermusik.

Turnamen Piala Presiden 2025: Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Turnamen Piala Presiden 2025 kali ini diikuti oleh 20 klub dari berbagai penjuru Indonesia.

Baca Juga:  Lab Iblis: Rahasia Kelam Unit 731 yang Disembunyikan Dunia

Ajang ini bukan hanya sekadar pemanasan menjelang Liga 1 musim depan, tapi juga menjadi sarana unjuk gigi talenta muda serta wadah untuk membangun semangat persatuan dan nasionalisme melalui olahraga.

Seremoni pembukaan yang menampilkan perpaduan musik, budaya, dan teknologi canggih menjadi simbol bahwa sepak bola Indonesia semakin berkembang secara profesional dan kreatif.

Meski sempat tercoreng insiden kecil, antusiasme masyarakat tetap tinggi menyambut dimulainya pertandingan pertama yang mempertemukan Persija Jakarta melawan PSM Makassar.

Baca Juga: Aktivitas Gempa di Kepulauan Tokara Tidak Pengaruhi Potensi Gempa Besar Jepang

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X