Kini, Si Uni telah tiada. Tapi semoga kepergiannya jadi pengingat bahwa konservasi bukan sekadar menyimpan satwa di kandang — melainkan juga tentang merawat, menjaga martabatnya, dan menghormati tiap akhir cerita yang mereka miliki.
Selamat jalan, Si Uni. Suaramu mungkin tak terdengar lagi, tapi warisanmu akan terus menggema dalam perjuangan melestarikan satwa liar Indonesia.