Dasar Bacaan Rakaat Ketiga Shalat Witir
Para ulama dari kalangan Syafi’iyyah memakai dasar hadits riwayat an-Nasai dan Ibnu Majah.
Pada hadits tersebut menunjukkan saat Sayyidah Aisyah ditanya surat apa yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW ketika shalat witir.
Sayyidah Aisyah kemudian mengungkapkan jika Nabi di rakaat pertama membaca surat al-A’la, rakaat kedua membaca al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca al-Ikhlas beserta al-Mu’awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas).
Baca Juga: Disertasi Bahlil Lahadalia Dibatalkan oleh Dewan Guru Besar UI Karena Temukan Pelanggaran
Kemudian mengutip dari Muhammadiyah, bacaan shalat witir dengan al-A’la, al-Kafirun, dan al-Ikhlas.
“Dari Ubay bin Ka’ab, diriwayatkan bahwa ia berkata: Bahwa Nabi SAW pada shalat witir pada rakaat pertama selalu membaca Sabbihisma Rabbikal-A’laa dan pada rakaat kedua membaca Qul Yaa Ayyuhal Kaafirun, da pada rakaat ketiga membaca Qul Huwallaahu Ahad,” menurut hadits yang diriwayatkan oleh an-Nasa’i, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
Sementara itu, untuk penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah atau Idul Fitri 2025, pemerintah akan menggelar lagi sidang isbat di akhir bulan Ramadhan nanti.
Baca Juga: Sumur Unik di Gunungkidul: Lihat ke Dalam, Malah Ketemu Orang Sedang Wisata
Sedangkan Muhammadiyah dengan perhitungan hisab, telah menetapkan 1 Syawal 1446 H (Idul Fitri) jatuh pada hari Senin Pahing, 31 Maret 2025.***