INSIBERNEWS - Sholat tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dinantikan umat Muslim selama bulan Ramadan. Namun, seringkali muncul perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaatnya, yaitu 23 rakaat dan 11 rakaat.
Perbedaan ini sebenarnya berasal dari praktik yang dilakukan oleh para sahabat Nabi dan ulama, serta dipengaruhi oleh konteks zaman dan tempat. Mari kita simak penjelasannya!
Baca Juga: Alasan di Balik Takbir 7 Kali dalam Sholat Idul Fitri, Simak Penjelasannya!
Pertama, sholat tarawih 23 rakaat umumnya dilakukan dengan pola 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Praktik ini banyak diikuti oleh umat Muslim yang bermazhab Syafi'i dan Hanbali.
Mereka merujuk pada riwayat bahwa Khalifah Umar bin Khattab pernah mengumpulkan masyarakat untuk sholat tarawih berjamaah dengan jumlah 20 rakaat.
Hal ini dianggap sebagai bentuk ijtihad (kesungguhan) dalam melaksanakan ibadah, meskipun tidak langsung berasal dari Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Raih Keberkahan! Ini Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban 2025
Di sisi lain, sholat tarawih 11 rakaat terdiri dari 8 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Jumlah ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah sholat malam lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan.
Praktik ini banyak diikuti oleh umat Muslim yang bermazhab Maliki dan Hanafi, serta mereka yang lebih memilih untuk mengikuti sunnah Nabi secara langsung.
Baca Juga: Penasaran! Mengapa Sholat Jenazah Tak Ada Rukuk dan Sujudnya?
Perbedaan jumlah rakaat ini sebenarnya tidak perlu menjadi sumber perdebatan, karena keduanya memiliki dasar yang kuat dalam Islam. Yang terpenting adalah niat dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah.
Baik 23 rakaat maupun 11 rakaat, keduanya sama-sama bernilai pahala jika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan syariat.
Baca Juga: Hutang Puasa Menumpuk Bertahun-Tahun? Begini Solusinya Cepat Melunasinya!
Oleh karena itu, umat Muslim bisa memilih mana yang lebih sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. Yang terpenting adalah menjaga semangat ibadah selama Ramadan dan tidak menjadikan perbedaan ini sebagai alasan untuk berselisih.
Artikel Terkait
Apa Hukumnya Orang Islam Mengucapkan Selamat Natal pada Umat Kristiani?
Makna Ular Kayu dalam Perayaan Imlek 2025: Simbol Keberuntungan dan Transformasi
Bukan Agus! Nama-Nama yang Paling Banyak Digunakan Berdasarkan Data e-KTP di Ungkap Bima Arya Sugiharto! Cek Disini, Apakah Nama Kamu Termasuk?
Biaya Haji 2025 Turun Jadi Rp55,4 Juta, Pemerintah Masih Upayakan Penurunan Lebih Lanjut
Fakta atau Mitos: Lupa Baca Doa, Setan Ikut Makan Makanan Kita?
Tak Boleh Dilewatkan! Catat Jadwal Malam Nisfu Syaban 2025 dan Apa Saja Amalan yang Harus Dilakukan
Mitos Suara Pasir Jatuh di Atap, Benarkah Tanda Kehadiran Makhluk Halus?
Hutang Puasa Menumpuk Bertahun-Tahun? Begini Solusinya Cepat Melunasinya!
Penasaran! Mengapa Sholat Jenazah Tak Ada Rukuk dan Sujudnya?
Alasan di Balik Takbir 7 Kali dalam Sholat Idul Fitri, Simak Penjelasannya!
Raih Keberkahan! Ini Amalan yang Dianjurkan di Malam Nisfu Sya’ban 2025