Cerita Abu Nawas : Jawaban Jitu, Pertanyaan Teka-Teki Raja

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Jumat, 28 Juni 2024 | 10:34 WIB
Illustrasi Abu Nawas dan Raja ketika diundang oleh raja Harun Ar-Rasyid ke Istana (dok-Istimewa)
Illustrasi Abu Nawas dan Raja ketika diundang oleh raja Harun Ar-Rasyid ke Istana (dok-Istimewa)

INSIBERNEWS - Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik ia digambarkan sosok yang bijaksana sekaligus kocak. Ia juga sering ditantang dan diundang oleh raja Harun Ar-Rasyid ke Istana. Namun ia tetap menjawab jitu pertanyaan teka-teki raja.

Baginda Raja, Harun AI Rasyid kelihatan murung. Semua menterinya tidak ada yang sanggup menemukan iawaban dari dua pertanyaan Baginda.

Bahkan para penasihat kerajaan pun merasa tidak mampu memberi penjelasan yang memuaskan Baginda.

Padahal Baginda sendiri ingin mengetahui jawaban yang sebenamya.
Mungkin karena amat penasaran, para penasihat Baginda menyarankan agar Abu Nawas saja yang memecahkan dua teka-teki yang membingungkan itu.

Baca Juga: Cerita Jenaka : Abu Nawas Berhasil Mengecohkan Seorang Baginda Raja

Tidak begitu lama Abu Nawas dihadapkan. Baginda mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sulit tidur karena diganggu o|eh keingintahuan menyingkap dua rahasia alam.

“Tuanku yang mulia, sebenarnya rahasia alam yang manakah yang Paduka maksudkan?” tanya Abu Nawas ingin tahu.

“Aku memanggilmu untuk menemukan jawaban dari dua teka-teki yang selama ini menggoda pikiranku,” kata Baginda.

“Bolehkah hamba mengetahui kedua teka-teki itu wahai Paduka junjungan hamba?” tanya Abu Nawas mulai was-was hatinya.

Baca Juga: Abu Nawas Menang Ikuti Sayembara Raja, Mana Terlebih Dahulu, Telur atau Ayam ? Ini Jawabannya

“Yang pertama, di manakah sebenarnya batas jagat raya ciptaan Tuhan kita?” tanya Baginda.

“Di dalam pikiran, wahai Paduka yang muIia”, jawab Abu Nawas tanpa sedikit pun perasaan ragu.

“Tuanku yang mulia, ketidakterbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu ditanamkan oleh Tuhan di dalam otak manusia” ucap Abu Nawas

Dan ”itu manusia tidak akan pernah tahu di mana batas jagat raya ini. Sesuatu yang terbatas tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas,” lanjut Abu Nawas.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X