Menjauhi Sifat Munafik dan Balasannya, Jalan Menuju Keimanan yang Sempurna

Photo Author
- Kamis, 13 Maret 2025 | 12:43 WIB
Menjauhi Sifat Munafik dan Balasannya, Jalan Menuju Keimanan yang Sempurna (Ingeu Widyatari Heriana)
Menjauhi Sifat Munafik dan Balasannya, Jalan Menuju Keimanan yang Sempurna (Ingeu Widyatari Heriana)

Apakah jika kita berjanji pada seseorang dan juga pada diri sendiri, kita sering mengingkarinya?

Apakah saat kita diberi suatu tanggung jawab atau amanat, kita memiliki kecenderungan untuk mengkhianatinya?

Dalam Tafsir Al-Misbah disebutkan, kata munafik atau nifak terambil dari kata nafaq atau terowongan yang memiliki dua muka yakni kiri dan kanan.

Jika dikejar dari mulut terowongan satu, maka akan lari ke mulut terowongan satunya.

Ada sesuatu yang disembunyikan yang tidak terlihat dari mata. Karenanya, sifat munafik termasuk sifat buruk yang sulit untuk dideteksi, sehingga orang yang memiliki sifat ini termasuk musuh dalam selimut dan termasuk dalam kategori pembohong.

Baca Juga: Doa yang Dibaca Rasulullah SAW Saat Hujan Deras untuk Cegah Banjir

Ibnu Rajab al-Hanbali menyebut, kata munafik secara bahasa bisa diartikan sebagai bagian dari penipuan, berbuat licik, dan menunjukkan perbuatan yang berbeda dari yang sebenarnya.

Ia menyebut bahwa sifat munafik terdiri dari dua jenis yakni munafik secara aqidah dan munafik secara perbuatan.

Orang yang mengatakan bahwa ia termasuk golongan orang yang beriman padahal sebenarnya ia mengingkari seluruh ataupun sebagian dari ajaran Islam, maka ini termasuk munafik secara aqidah.

Sementara orang yang menunjukkan perilaku seolah-olah baik tetapi di belakang ia menyimpan sifat sebaliknya, semisal seorang Muslim yang sering berdusta, sering mengingkari janji, sering berkhianat, dan sejenisnya, maka ini adalah termasuk munafik secara perbuatan.

Baca Juga: Lakukan Deretan Amalan Ini pada Awal Zulhijjah, Pahala Setara Haji dan Umrah

Perbuatan buruk akan dibalas dengan keburukan pula. Begitu juga sifat munafik akan mendapatkan balasan atau ancaman dari Allah swt sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 145:

اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ
"Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka."

Sifat munafik ini pun menjadi kekhawatiran Rasulullah saw, sehingga beliau mengingatkan umat Islam untuk menjauhinya.

Terlebih Rasulullah saw paling khawatir jika terdapat umat munafik yang memiliki kemampuan pintar berbicara, sebagaimana disebutkan dalam sebuah yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani:

Halaman:

Editor: Ingeu Widyatari Heriana

Sumber: Kemenag

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X