INSIBERNEWS - Ngabuburit merupakan tradisi yang dilakukan oleh banyak umat Muslim di Indonesia selama bulan Ramadan, menjelang waktu berbuka puasa.
Kegiatan ngabuburit ini menjadi salah satu momen yang dinanti-nanti setiap tahunnya.
Meskipun sering dilakukan, banyak orang mungkin belum mengetahui asal usul dari tradisi ngabuburit ini.
Baca Juga: Lakukan 4 Pelanggaran, Gelar Doktor Bahlil Lahadalia Tidak Dicabut Pihak UI
Secara bahasa, "ngabuburit" berasal dari kata "burit" yang dalam bahasa Sunda, berarti sore atau waktu menjelang petang.
Ngabuburit sendiri berarti menghabiskan waktu menjelang waktu berbuka puasa, atau dengan kata lain.
Kegiatan untuk mengisi waktu saat menunggu adzan Maghrib berkumandang.
Baca Juga: Sambangi Warga Terdampak Banjir di Bekasi, Prabowo Beri Dukungan Moril dan Buka Puasa Bersama
Meskipun tradisi ini populer di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat, kegiatan serupa juga ditemukan di negara-negara Muslim lainnya, meski dengan nama yang berbeda.
Tradisi ngabuburit dapat dilihat sebagai bentuk adaptasi budaya Indonesia dalam merayakan bulan Ramadan.
Pada masa lalu, kegiatan ngabuburit sering kali dilakukan dengan cara berkumpul bersama keluarga, teman, atau masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah.
Seperti berjalan-jalan di taman, berolahraga ringan, atau sekadar duduk sambil menikmati udara sore.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengalihan perhatian dari rasa lapar, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi dan menjalin kebersamaan.
Artikel Terkait
Makin Tegang! Israel Larang Warga Palestina Masuk Al-Aqsa Saat Ramadan
Resep Lemper Abon Ayam, Camilan Laris yang Wajib Dicoba Saat Ramadan!
5 Tips Melatih Anak untuk Mulai Menjalankan Puasa pada Bulan Ramadan
Kemendikdasmen Pastikan Jadwal Belajar dan Libur Sekolah Ramadan 2025 Tidak Berubah
Harga Cabai Rawit Meroket di Awal Ramadan, Sentuh Angka Tertinggi Sejak Pandemi Covid