INSIBERNEWS – Rencana merger antara dua raksasa otomotif Jepang, Honda dan Nissan, dikabarkan menemui jalan buntu.
Kedua perusahaan disebut mengalami kesulitan mencapai kesepakatan dalam negosiasi, yang berujung pada kemungkinan pembatalan rencana penggabungan bisnis mereka.
Baca Juga: 8 Desain Atap Rumah Kekinian yang Bikin Rumah Terlihat Lebih Mewah
Dilansir dari Asahi Shimbun pada Rabu (5/2/2025), beberapa sumber mengungkapkan bahwa salah satu pemicu kebuntuan adalah perbedaan pandangan mengenai struktur merger.
Honda ingin memiliki kontrol lebih besar dengan menjadikan Nissan sebagai anak perusahaannya, namun usulan ini mendapat penolakan keras dari Nissan.
Bagi Nissan, mempertahankan kemandirian perusahaan adalah harga mati yang tidak bisa dikompromikan.
Honda saat ini merupakan produsen mobil terbesar kedua di Jepang setelah Toyota, sementara Nissan berada di posisi ketiga. Secara nilai pasar, Honda memiliki valuasi lima kali lebih besar dibandingkan Nissan.
Dengan perbedaan skala bisnis yang cukup signifikan, negosiasi merger yang diumumkan akhir tahun lalu pun berjalan tidak sesuai harapan, terutama bagi Honda yang ingin mendominasi kemitraan ini.
Sumber yang dekat dengan pembicaraan ini menyebutkan bahwa dewan direksi masing-masing perusahaan akan segera menggelar pertemuan untuk membahas nasib negosiasi ini.
Baca Juga: Laris Manis! BYD Bukukan Penjualan 300 Ribu Unit di Awal 2025
Jika tidak ada titik temu, merger yang sebelumnya ditargetkan rampung pada Agustus 2026 bisa dipastikan batal.
"Bagi Honda, negosiasi ini tidak berkembang sesuai harapan mereka," ungkap salah satu sumber.