INSIBERNEWS - Rumor mengenai Yamaha yang akan mengganti platform mesin Crossplane Inline-4 (I4) mereka dengan mesin V4 terus berhembus kencang.
Langkah ini disebut-sebut sebagai respons atas dominasi pabrikan yang sudah menggunakan mesin V4 di MotoGP, seperti Ducati, KTM/GasGas, dan Aprilia.
Performa Yamaha di MotoGP
Saat ini, Yamaha mengalami kesulitan di MotoGP. Fabio Quartararo, yang pernah menjadi juara dunia, berada di posisi ke-14 dalam klasemen pembalap, sementara Alex Rins berada di posisi ke-20 dari 27 pembalap.
Dengan hasil seperti ini, banyak pihak percaya bahwa mesin I4 Yamaha sudah tertinggal dari kompetitor yang menggunakan V4.
Rumor Mesin V4 Yamaha
Autosport melaporkan bahwa Yamaha saat ini tengah mengembangkan mesin V4 baru untuk MotoGP. Proyek ini dirahasiakan, namun beberapa bukti menguatkan rumor ini:
- Luca Marmorini, mantan insinyur yang bertanggung jawab atas mesin V4 Aprilia, telah bergabung dengan Yamaha dua tahun lalu. Dia dikabarkan menjadi otak di balik pengembangan mesin V4 Yamaha.
- Yamaha berencana meluncurkan mesin ini sebelum adanya perubahan regulasi kapasitas mesin ke 850cc pada 2026.
Hubungan dengan Model Produksi
Rumor ini juga berdampak pada model produksi Yamaha, seperti R1. Yamaha disebut-sebut sedang mempertimbangkan untuk mengganti mesin Crossplane di R1 dengan mesin berbasis V4.
Langkah ini bertujuan untuk memenuhi standar emisi Euro 5+ yang semakin ketat, sekaligus mengembalikan daya saing Yamaha di pasar dan MotoGP.
Apa yang Membuat V4 Menarik?
Mesin V4 memiliki beberapa keunggulan dibandingkan I4, terutama di MotoGP:
- Kompak dan Bertenaga: Mesin V4 lebih kecil namun mampu menghasilkan tenaga besar.
- Traksi yang Lebih Baik: Distribusi tenaga lebih merata, memberikan traksi yang optimal di tikungan.
- Efisiensi Aerodinamika: Desain yang kompak memungkinkan integrasi lebih baik dengan sasis dan fairing.
Kenangan dengan Mesin Crossplane