Angka tersebut menunjukkan peningkatan 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menjadikannya peringkat ketujuh dalam penjualan ritel mobil di China dengan pangsa pasar 5,1 persen.
Baca Juga: BYD Didesak Segera Bangun Pabrik di Indonesia, Pemerintah Minta Fokus Ekspor
Namun, kompetitornya, FAW-Volkswagen, yang berada di peringkat keempat, mengalami penurunan penjualan 12 persen pada bulan November, dengan total 147.000 kendaraan terjual.
Langkah SAIC-Volkswagen ini menunjukkan upaya serius untuk memanfaatkan potensi besar pasar China sekaligus merespons kebutuhan konsumen yang semakin beralih ke kendaraan listrik.
Baca Juga: Cara Meredam Knalpot Racing Agar Tak Kena Tilang dan Omel Warga
Dengan fokus pada inovasi teknologi dan diversifikasi produk, SAIC-Volkswagen berharap dapat memperkuat daya saingnya di pasar otomotif yang sangat kompetitif ini.