otomotif

Tesla Pangkas Fitur Autopilot Standar, Arahkan Konsumen ke Full Self-Driving

Minggu, 25 Januari 2026 | 12:47 WIB
Logo Tesla (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Tesla mengambil langkah besar dengan menghentikan sistem bantuan pengemudi dasar Autopilot yang selama ini menjadi fitur standar pada kendaraan listrik buatannya. Kebijakan ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk mendorong pengguna beralih ke teknologi yang lebih canggih, yakni Full Self-Driving (FSD).

Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan regulator di Amerika Serikat, khususnya di California yang menjadi pasar terbesar Tesla.

Tekanan hukum dan pengawasan ketat membuat pabrikan mobil listrik itu mulai menata ulang strategi pemasaran dan fitur produknya.

Baca Juga: Pramono Anung Bidik BTS Tampil di JIS Akhir 2026, Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Konser Dunia

Mengutip laporan Tech Crunch, langkah Tesla tak bisa dilepaskan dari putusan pengadilan California yang menyatakan perusahaan terbukti melakukan pemasaran menyesatkan. Tesla dinilai melebih-lebihkan kemampuan sistem Autopilot dan FSD selama bertahun-tahun, sehingga berpotensi menimbulkan persepsi keliru di kalangan konsumen.

Akibat putusan tersebut, Tesla menghadapi ancaman sanksi serius berupa penangguhan izin manufaktur dan dealer hingga 30 hari. Risiko ini menjadi tekanan besar bagi operasional perusahaan, mengingat California memegang peranan penting dalam penjualan kendaraan listrik Tesla.

Baca Juga: Tak Ingin Warga Lama di Pengungsian, Dedi Mulyadi Beri Bantuan Kontrak Rp10 Juta bagi Korban Longsor Burangrang

Sebelumnya, Autopilot dikenal sebagai paket fitur bantuan mengemudi yang cukup komprehensif. Sistem ini menggabungkan Traffic Aware Cruise Control untuk menjaga kecepatan dan jarak aman dengan kendaraan di depan, serta Autosteer yang membantu mobil tetap berada di jalur dan bermanuver di tikungan.

Namun, berdasarkan pembaruan di situs konfigurasi daring Tesla, kendaraan baru kini hanya dibekali Traffic Aware Cruise Control sebagai fitur standar. Artinya, fungsi Autosteer tak lagi otomatis tersedia bagi pembeli tanpa peningkatan paket tambahan.

Baca Juga: 82 Orang Hilang, Begini Kesaksian Korban Selamat Longsor Cisarua yang Dengar Dentuman Keras Sebelum Tanah Runtuh

Perubahan ini memunculkan pertanyaan di kalangan konsumen, terutama terkait nasib pemilik lama kendaraan Tesla. Hingga kini, perusahaan belum memberikan penjelasan resmi apakah pembatasan tersebut juga akan berdampak pada mobil yang telah terjual sebelumnya.

Sejumlah pengamat menilai langkah ini sebagai strategi untuk mengarahkan konsumen membeli paket Full Self-Driving yang dibanderol dengan harga jauh lebih tinggi. Di sisi lain, Tesla juga dituntut untuk lebih transparan dalam menjelaskan batas kemampuan teknologi mengemudi otomatisnya.

Baca Juga: Ketegangan AS–Iran Dongkrak Harga Minyak, Brent dan WTI Melonjak ke Level Tertinggi Pekan Ini

Dengan kebijakan baru ini, Tesla berada di persimpangan antara inovasi teknologi dan kepatuhan terhadap regulasi. Ke depan, perusahaan dituntut memastikan keselamatan pengguna sekaligus membangun kembali kepercayaan publik terhadap sistem bantuan pengemudi yang dikembangkannya.***

Tags

Terkini