otomotif

Stellantis Hentikan Produksi Truk Listrik RAM 1500, Fokus ke Model Baru RAM 1500 REV

Senin, 15 September 2025 | 15:55 WIB
Stellantis Hentikan Produksi Truk Listrik RAM 1500 (Foto : Dok/Agencies)

INSIBERNEWS - Perusahaan otomotif global Stellantis mengambil langkah mengejutkan dengan menghentikan produksi truk listrik RAM 1500. Keputusan ini diambil setelah penjualan kendaraan listrik berbodi besar, khususnya di segmen truk, dinilai melambat dan belum sesuai ekspektasi pasar.

Meski produksi dihentikan, Stellantis memastikan nama besar RAM 1500 tidak akan hilang dari pasar. Perusahaan mengumumkan bahwa truk pikap versi terbaru, Range-Extended Electric Vehicle (REEV) Ramcharger, akan berganti nama menjadi RAM 1500 REV.

Baca Juga: Pasar Motor Masih Bergairah, AISI Yakin Target Penjualan 2025 Tak Goyah

“RAM 1500 REV akan menjadi standar baru di kelasnya, menghadirkan jangkauan lebih jauh, kemampuan towing yang mumpuni, serta daya angkut yang luar biasa,” ujar pihak Stellantis dalam keterangan resminya, Sabtu (13/9).

Model RAM 1500 REV pertama kali diperkenalkan ke publik saat New York Auto Show 2023. Rencananya, kendaraan ini dipasarkan pada paruh pertama 2024. Namun, jadwal peluncuran ditunda hingga 2026 karena perusahaan mengubah strategi prioritas produksi.

Baca Juga: Owen Cooper Raih Emmy 2025, Jadi Aktor Termuda yang Sabet Penghargaan Bergengsi

Salah satu alasan utama penundaan adalah fokus Stellantis pada varian truk hibrida Ramcharger yang menggunakan bahan bakar bensin. Sayangnya, peluncuran model ini pun ikut tertunda dari jadwal semula.

Langkah Stellantis ini mencerminkan tantangan besar industri otomotif global dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya di segmen kendaraan berukuran besar.

Selain harga yang relatif tinggi, konsumen juga masih mempertanyakan soal daya tahan baterai, jarak tempuh, hingga ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina Usai Deklarasi New York di PBB

Di pasar Amerika Serikat, truk listrik memang belum mampu mendominasi. Meski mendapat perhatian luas saat pertama kali dirilis, angka penjualannya masih jauh di bawah ekspektasi, kalah bersaing dengan varian mesin bakar konvensional maupun hybrid.

Pengamat industri menilai keputusan Stellantis ini sebagai langkah realistis. Perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan segmen truk listrik, melainkan mencoba mengatur ulang strategi agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Banjir di Nagekeo Sebabkan Kerugian Rp90 Miliar, Tiga Warga Masih Hilang

Dengan menghadirkan RAM 1500 REV, Stellantis berharap bisa menarik perhatian pasar yang menginginkan teknologi listrik tetapi juga membutuhkan performa truk tangguh. Perusahaan optimis strategi baru ini akan memperkuat posisi mereka di segmen pikap setengah ton yang sangat kompetitif.

Tags

Terkini