INSIBERNEWS - Chery telah resmi meluncurkan kembali merek Rely dengan konsep baru sebagai "merek ekosistem pikap cerdas global".
Merek ini akan menghadirkan berbagai varian kendaraan, termasuk Internal Combustion Engine (ICE), Battery Electric Vehicle (BEV), Extended Range Electric Vehicle (EREV), dan Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV).
Dengan tujuan untuk mendominasi pasar pikap cerdas, Rely akan memanfaatkan teknologi kendaraan yang inovatif, termasuk platform hibrida dan sistem penggerak cerdas yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Oscar Piastri Kukuh di Puncak Klasemen Formula 1 Usai Menangi GP Arab Saudi
Rely sebenarnya bukanlah nama baru dalam portofolio Chery. Sebelumnya, Rely merupakan bagian dari merek Qilin yang diluncurkan pada tahun 2009. Qilin dibagi menjadi dua seri, Riich dan Rely, namun harus bertahan di pasar yang dikuasai merek usaha patungan, sehingga tidak bertahan lama.
Kini, dengan perubahan pasar yang lebih mendukung kendaraan ramah lingkungan, Rely kembali dengan visi yang lebih segar dan canggih.
Baca Juga: Tarif Impor Baru AS Bikin Resah, Audi Setop Sementara Pengiriman Mobil ke Negeri Paman Sam
Chery mengungkapkan bahwa Rely kali ini lebih dari sekadar kendaraan komersial biasa. Merek ini mencakup empat lini produk utama dan 16 jenis varian yang dibangun di atas platform kendaraan hibrida.
Teknologi yang dibenamkan pada setiap kendaraan Rely antara lain sistem Kunpeng Super Performance Electric Hybrid C-DM, sistem kokpit Lion, serta sistem penggerak cerdas Falcon.
Rely juga akan menyematkan kecerdasan buatan pada arsitektur listrik kendaraan untuk meningkatkan performa dan pengalaman berkendara.
Baca Juga: Marc Marquez Nggak Ada Lawan, Sapu Bersih GP Qatar dan Lanjutkan Tren Kemenangan di MotoGP 2025
Sebagai langkah pertama, Chery meluncurkan truk pikap pertama Rely yang memiliki panjang sekitar 5,4 meter dengan jarak sumbu roda 3,3 meter.
Truk ini akan menjadi andalan dalam upaya Rely untuk menarik minat konsumen global, dengan menawarkan kombinasi daya angkut yang besar dan teknologi canggih yang mempermudah operasional.
Hal ini tentu menjadi daya tarik bagi pasar kendaraan komersial, khususnya di kawasan yang sedang berkembang.