“Kami percaya olahraga adalah pemersatu dan memiliki dampak global yang besar. Tujuan kami adalah memperkuat kekuatan positif ini, bukan menghalanginya,” tegas DFB.
Baca Juga: Presiden Prabowo Berhalangan Hadir di Harlah ke-100 NU, Ini Kata Ketum PBNU
Sikap DFB ini menunjukkan garis tegas pemisahan antara urusan politik dan olahraga. Di tengah berbagai tekanan global, federasi memilih pendekatan dialog dan partisipasi aktif, alih-alih menarik diri dari salah satu ajang olahraga terbesar di dunia.***
Artikel Terkait
Harga Bawang dan Cabai Melunak di Akhir Pekan, Daya Beli Warga Diharap Terjaga
Presiden Prabowo Berhalangan Hadir di Harlah ke-100 NU, Ini Kata Ketum PBNU
Bantah Isu Penelantaran Anak, Denada Sebut Ressa Hidup Hedon di Banyuwangi
BPOM Soroti Penyalahgunaan Gas N2O, Produk Whip Pink Ramai Dipasarkan untuk 'Nge-Fly'
Tabrak Lari Pemotor di Rengasdengklok, Mobil Anggota Polisi Berakhir Nyemplung ke Kali
Enam Rumah Warga Terdampak Longsor di Bantaran Kali Bekasi, Pemerintah Diminta Bangun Tanggul
Peraih Medali Emas PON, Nurul Akmal Ungkap Kekecewaan Soal Status PPPK Paruh Waktu
Menhan Sjafrie Ungkap Presiden Prabowo Melakukan Pertemuan dengan Tokoh Oposisi, Apa yang Dibahas?
Disebut Anak Haram, Amanda Manopo Ungkap Kesedihan Dibully Netizen Saat Hamil
Usai Rehabilitasi Narkoba, Onad Buka Pengakuan soal Sindrom Peter Pan dan Sulit Lepas dari Masa Muda