“Capaian mereka menjadi bukti bahwa pembinaan berbasis daerah mampu menghasilkan atlet yang bersaing di level regional,” ungkap Claus.
Papua Athletics Center sendiri merupakan pusat pelatihan atletik desentralisasi di Mimika yang dibangun melalui kolaborasi PB PASI dan PT Freeport Indonesia. Fasilitas ini dilengkapi program pelatihan intensif, pelatih berpengalaman, serta dukungan nutrisi dan psikologi olahraga untuk membantu atlet muda Papua mencapai prestasi terbaiknya.
Keberhasilan Eqman dan Fransisko di kejuaraan Asia Tenggara tahun ini dinilai banyak pihak sebagai langkah penting menuju pembentukan generasi baru atlet nasional, sekaligus mempertegas kontribusi Papua dalam dunia atletik tanah air.
Dengan modal pengalaman internasional dan dukungan pembinaan jangka panjang, keduanya digadang-gadang mampu melangkah lebih jauh pada kompetisi berikutnya.***
Artikel Terkait
Soal Kenaikan Gaji PNS 2026, Kemenkeu Pertimbangkan Produktivitas ASN dan Kondisi Fiskal
Bongkar Selundupan Pakaian Bekas dari Luar Negeri, Polisi Sebut Asal Barang dari Korea, China, Jepang
Sempat Curi Emas, Polisi Tetapkan Mantan Sopir sebagai Tersangka Pembakaran Rumah Hakim PN Medan
Hadirkan Layanan 'Jemput Bola', AgenBRILink di Riau Ini Permudah Kebutuhan Transaksi Warga
Startup China Klaim Punya 'Pil Panjang Umur' Terobosan Usia Hingga 150 Tahun dari Biji Anggur
Keluarga Ungkap Kondisi Terkini Jule Usai Isu Perselingkuhan: Sempat Drop, Kini Mulai Pulih
Disebut 'Fasis' oleh Wali Kota Terpilih New York, Begini Respons Santai Donald Trump
Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Gelar Persahabatan Internasional Kembali Sambangi Tanah Air
Vidi Aldiano Menang di Pengadilan, Tiga Gugatan Hak Cipta ‘Nuansa Bening’ Gugur Sekaligus
Rais Aam Minta Jabatan Gus Yahya Sebagai Ketum PBNU Dicopot, Ada Kaitan dengan Zionisme?