news

AS-Rusia Mulai Jalur Damai, Sepakat Perbaiki Hubungan Diplomatik dengan Ukraina

Rabu, 19 Februari 2025 | 13:52 WIB
Trump Bicara dengan Putin, Tegaskan AS Tak Akan Diam jika Perang Ukraina Meningkat (Foto Ilustrasi ) (foto: Istimewa)

INSIBERNEWS - Ketegangan panjang antara Amerika Serikat dan Rusia tampaknya mulai mencair setelah pertemuan penting yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (19/2/2025).

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara menyepakati langkah-langkah awal untuk mengakhiri perang di Ukraina serta memperbaiki hubungan diplomatik dan ekonomi yang telah lama memburuk.

Baca Juga: Profil Javlon Guseynov yang Dapat Kartu Kuning Lawan Semen Padang di BRI LIga 1 2024-2025

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dalam wawancaranya dengan The Associated Press, menegaskan bahwa Washington dan Moskow sepakat untuk mengejar tiga tujuan utama. Pertama, pemulihan jumlah staf diplomatik di kedutaan besar masing-masing.

Kedua, pembentukan tim tingkat tinggi yang akan mengawal pembicaraan perdamaian. Ketiga, penjajakan kerja sama ekonomi yang lebih erat demi kepentingan bersama.

Baca Juga: Profil Universitas Veteran Bangun Nusantara, Masuk Daftar Universitas Terbaik di Sukoharjo Versi UniRank

Dari pihak Rusia, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyambut baik hasil diskusi tersebut. Ia menyebut pertemuan ini sebagai langkah positif menuju pemulihan hubungan kedua negara yang selama ini diwarnai konflik.

"Kami tidak hanya berbicara, tetapi juga benar-benar mendengar satu sama lain," ujar Lavrov kepada wartawan.

Baca Juga: India-Rusia Lakukan Perdagangan Tanpa Dolar, Totalnya Capai Rp1.000 Triliun

Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kedua belah pihak. Dari AS, hadir Penasihat Keamanan Nasional Presiden Donald Trump, Michael Waltz, serta utusan khusus Timur Tengah, Steven Witkoff.

Sementara dari Rusia, delegasi dipimpin langsung oleh Lavrov, didampingi penasihat urusan luar negeri Presiden Vladimir Putin, Yuri Ushakov.

Baca Juga: Kasus Pemalsuan SHGB di Tangerang: Kades Kohod dan 3 Orang Lainnya Jadi Tersangka

Langkah ini dinilai sebagai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Rusia. Sebelumnya, di bawah pemerintahan Joe Biden, Washington menjadi motor utama dalam upaya mengisolasi Rusia akibat invasi ke Ukraina.

Namun, kini, dengan arah kebijakan baru, ada harapan bahwa hubungan kedua negara bisa membaik, membuka peluang kerja sama, dan bahkan berkontribusi pada stabilitas geopolitik global.

Tags

Terkini