INSIBERNEWS - India dan Rusia semakin mempererat kerja sama ekonomi dengan menyelesaikan transaksi perdagangan menggunakan mata uang lokal senilai USD64,5 miliar atau setara Rp1.000 triliun sepanjang tahun 2024.
Tren ini sejalan dengan upaya kedua negara untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat sistem keuangan mereka melalui dedolarisasi.
Baca Juga: AS Ingin Rusia Kembali ke G7, Trump: Mengusir Mereka adalah Kesalahan!
Duta Besar Rusia untuk India, Denis Alipov, mengungkapkan bahwa sekitar 90% transaksi langsung antara kedua negara kini telah dilakukan dalam mata uang nasional masing-masing.
"Sistem pembayaran timbal balik dalam mata uang nasional berjalan stabil. Ini menunjukkan kemajuan besar dalam dedolarisasi," ujar Alipov, seperti dikutip dari Watcher Guru, Selasa (18/2/2025).
Perdagangan antara India dan Rusia mengalami lonjakan signifikan. Ekspor Rusia ke India mencapai USD60 miliar, meningkat 7,7% dibanding tahun sebelumnya, sementara pasokan barang dari India ke Rusia naik 23,3% menjadi USD4,5 miliar.
Kedua negara juga tengah menjajaki kemungkinan menggunakan sistem pembayaran nasional mereka, yakni Mir dari Rusia dan RuPay dari India, untuk memfasilitasi transaksi perdagangan lebih lanjut.
Baca Juga: Lebih Pilih Investasi ke AS, Arab Saudi Enggan Gabung BRICS?
Dalam konteks global, Rusia kini menjadi salah satu dari empat mitra dagang terbesar India. Dari segi volume barang yang dipasok, Rusia bahkan menempati posisi kedua setelah China.
Langkah ini selaras dengan inisiatif dedolarisasi yang terus didorong oleh BRICS, di mana negara-negara anggotanya berupaya mengurangi dominasi dolar AS dalam perdagangan internasional.
Baca Juga: Presiden AS Donald Trump Ingin Pastikan Hamas Tidak Akan Bisa Kembali ke Gaza
Dedolarisasi yang semakin masif ini menjadi sinyal kuat bahwa pergeseran lanskap ekonomi global sedang berlangsung.
India dan Rusia bukan hanya memperkuat hubungan dagang mereka, tetapi juga membuka jalan bagi negara-negara lain untuk mengikuti jejak mereka dalam membangun sistem perdagangan yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada mata uang tunggal.