INSIBERNEWS - Center of Economic and Law Studies (Celios) berikan kritik mengenai program makan bergizi gratis (MBG).
Menurut Celios, jika program MBG tidak tepat sasaran maka ada anggaran sebesar Rp50,72 triliun yang dinikmati oleh orang kaya.
Diketahui bahwa MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo dengan harapan terciptanya generasi Indonesia emas.
Baca Juga: Kini Diangkat Jadi Stafsus Menhan, Deddy Corbuzier Sempat Dapat Pangkat Letkol Tituler TNI AD
Demi menyediakan MBG, pemerintah melakukan pemangkasan anggaran pada kementerian dan lembaga negara.
Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi makanan bergizi kepada masyarakat merata.
Program MBG bertujuan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Sepakat Perpanjang Kontrak di Al Nassr, Tetap Berkiprah hingga 2026?
Sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Pemangkasan anggaran ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengalihkan dana dari sektor yang dianggap kurang prioritas ke sektor yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Dilansir INsibernews dari Celios (11/2/2025), menurut Celios, pemerintah memiliki 2 skema penggunaan anggaran hasil pemangkasan untuk biayai program MBG.
Baca Juga: Pemerintah Bantah Isu Pemangkasan Anggaran BMKG 50 Persen, Tetap Berjalan Baik!
Skema yang pertama adalah dengan membiayai MBG secara keseluruhan sebanyak Rp400 triliun per tahun.
Namun dengan risiko hilangnya kemampuan fiskal mengurangi kemiskinan.