INSIBERNEWS - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menegaskan penolakannya terhadap pendirian negara Palestina di tanah yang saat ini diduduki.
Dalam wawancara dengan media Israel pada Kamis, ia bahkan menyarankan agar negara Palestina didirikan di Arab Saudi.
Baca Juga: Heboh! 100.000 Telur Hilang dari Trailer di Pennsylvania, Polisi Masih Memburu Pelaku
"Orang-orang Saudi bisa membangun negara Palestina di Arab Saudi; mereka punya banyak lahan di sana," ujar Netanyahu.
Pernyataan ini datang di tengah upaya normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi, yang oleh Riyadh dikaitkan dengan solusi dua negara.
Netanyahu secara tegas menolak gagasan tersebut dan menganggap keberadaan negara Palestina sebagai ancaman keamanan bagi Israel.
Baca Juga: Waduh! Kena Boikot Fans Fanatik, Film A Business Proposal Sepi Penonton
Ia juga mengaitkan penolakannya dengan peristiwa serangan Hamas pada 7 Oktober lalu.
"Dulu ada negara Palestina, namanya Gaza," kata Netanyahu. "Dan lihat apa yang terjadi—dikuasai oleh Hamas, Gaza menjadi ancaman besar bagi kami."
Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa hubungan diplomatik antara Israel dan Arab Saudi akan segera terjalin.
Baca Juga: Ikuti Jejak AS, Israel Resmi Tinggalkan Dewan HAM PBB
"Menurut saya, perdamaian antara Israel dan Saudi bukan sekadar kemungkinan, tapi akan terjadi," tambahnya.
Namun, pernyataan Netanyahu langsung mendapat bantahan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Riyadh menegaskan bahwa normalisasi dengan Israel tidak akan terjadi tanpa adanya negara Palestina yang berdaulat—syarat yang hingga kini diabaikan oleh pemimpin Israel tersebut.
Baca Juga: Buntut Kasus Pemerasan, AKBP Bintaro Resmi Dipecat Dari Polri!