INSIBERNEWS - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menegaskan penolakannya terhadap usulan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang berencana mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi warga Palestina ke tempat lain.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (5/2/2025), Abbas menegaskan bahwa rakyat Palestina tidak akan membiarkan hak-haknya dirampas begitu saja setelah perjuangan panjang selama beberapa dekade.
Baca Juga: Pemindahan ASN ke IKN Kembali Ditunda oleh Pemerintah, Ini Alasannya!
Menurut Abbas, gagasan Trump ini bukan hanya mencederai hak rakyat Palestina, tetapi juga merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah tanpa berdirinya negara Palestina yang berdaulat.
"Usulan semacam ini hanya memperburuk situasi dan bertentangan dengan seluruh resolusi internasional yang telah disepakati," tegasnya.
Baca Juga: Donald Trump Nyatakan AS Akan Ambil Alih Jalur Gaza dan Ratakan dengan Tanah
Lebih lanjut, Abbas menyatakan bahwa Jalur Gaza, bersama dengan Tepi Barat dan Yerusalem Timur, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Palestina.
Ia menolak keras upaya pihak luar untuk menentukan masa depan rakyat Palestina tanpa melibatkan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai satu-satunya badan perwakilan yang sah.
Baca Juga: Waduh! Ada 3 Kebijakan di Era Kepemimpinan Presiden Prabowo yang Tiba-tiba Dibatalkan, Apa Saja
"Tidak ada pihak mana pun yang berhak mengambil keputusan terkait masa depan Palestina selain kami sendiri," ujar Abbas dengan tegas.
Dalam responsnya terhadap rencana Trump, Abbas juga menyerukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres serta Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah nyata dalam menegakkan resolusi internasional.
Baca Juga: Aliansi Pelajar di Papua Tolak Program MBG hingga Demo Tuntut Pendidikan Berkualitas
Ia mendesak komunitas global untuk melindungi hak-hak rakyat Palestina yang selama ini terus menghadapi ancaman pengusiran dan pendudukan.
Sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Washington pada Selasa malam, Trump mengumumkan rencana AS untuk "mengambil alih" Gaza setelah memindahkan warganya.