INSIBERNEWS - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya angkat bicara terkait kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol Ciawi, Bogor, pada Selasa (4/2) malam.
Insiden tragis yang melibatkan sebuah truk bermuatan galon ini menewaskan delapan orang dan melukai belasan lainnya.
Baca Juga: Tragis! Truk Muatan Galon Alami Rem Blong Di GT Ciawi Hingga Hantam Mobil Lain, 6 Orang Tewas
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa berdasarkan analisis awal, kecelakaan diduga terjadi akibat kegagalan fungsi rem alias rem blong pada truk tersebut.
“Truk melaju dari arah Ciawi menuju Jakarta, namun karena rem tidak berfungsi, truk menabrak kendaraan yang sedang melakukan transaksi di gerbang tol,” ujar Ahmad Yani dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (5/2).
Baca Juga: Buntut Larang Pengecer Jual Gas LPG 3 KG, Bahlil Lahadalia Kena Semprot Warga
Benturan keras mengakibatkan enam kendaraan mengalami kerusakan parah. Tiga di antaranya hangus terbakar, sementara tiga lainnya ringsek akibat tabrakan beruntun.
Kemenhub sendiri telah menerjunkan tim ke lokasi untuk mengumpulkan bukti dan informasi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.
“Kami masih melakukan pendalaman. Tim Kemenhub bekerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait untuk menangani kejadian ini,” tambahnya.
Selain menelan korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan kemacetan parah di ruas tol Bogor-Jakarta. PT Jasamarga selaku pengelola tol sempat menutup Gerbang Tol Ciawi 2 dan mengalihkan arus lalu lintas ke gerbang tol lain guna menghindari penumpukan kendaraan.
Sementara itu, para korban luka-luka dan jenazah korban meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: GoTo Bantah Isu Merger dengan Grab: Hanya Spekulasi Belaka!
Kasus ini menjadi sorotan publik, terutama terkait keamanan kendaraan berat di jalan tol. Kemenhub mengingatkan pentingnya pengecekan rutin terhadap kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.