INSIBERNEWS - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengkritik bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), beserta Gubernurnya, Jerome Powell, atas kebijakan moneter yang dinilai gagal menekan inflasi.
Kritik ini muncul setelah The Fed mengumumkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga pada Rabu (29/1/2025).
Hanya berselang dua jam setelah pengumuman tersebut, Trump melalui media sosialnya menegaskan bahwa ia akan mengambil langkah tegas untuk mengendalikan inflasi. Beberapa langkah yang disebutkan antara lain:
- Meningkatkan produksi energi domestik guna menekan harga energi
- Memangkas regulasi ekonomi yang dianggap menghambat pertumbuhan
- Menyeimbangkan kembali perdagangan internasional agar lebih menguntungkan bagi AS
- Mendorong kebangkitan industri manufaktur sebagai sektor strategis
Ketegangan Trump dengan The Fed Kembali Memanas
Trump juga menuduh The Fed telah gagal dalam mengawasi sektor perbankan, merujuk pada regulasi ketat yang diterapkan setelah kebangkrutan Silicon Valley Bank pada 2023. Menurutnya, kebijakan yang diambil justru memperburuk kondisi perekonomian AS.
Tak hanya itu, pekan lalu Trump juga sempat menyatakan bahwa dirinya akan menekan The Fed untuk memangkas suku bunga jika harga minyak mentah turun. Pernyataan ini memicu kekhawatiran di kalangan pengamat ekonomi, mengingat The Fed seharusnya tetap independen dari pengaruh politik.
Dengan ketegangan yang kembali meningkat antara Trump dan The Fed, kebijakan ekonomi pemerintahannya ke depan menjadi sorotan.
Apakah strategi yang ia janjikan mampu menekan inflasi dan menghidupkan kembali ekonomi Amerika? Semua mata kini tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintahan Trump dalam waktu dekat.