INSIBERNEWS - Inspektur Jenderal Departemen Pertanian AS (USDA), Phyllis Fong, dikawal keluar dari kantornya pada Senin, 27 Januari, setelah menolak untuk mematuhi pemecatannya oleh pemerintahan Trump. Kejadian ini menimbulkan kontroversi mengenai legalitas pemecatan tersebut.
Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Fong, yang telah mengabdi di USDA selama 22 tahun, sebelumnya memberi tahu rekan-rekannya bahwa ia bermaksud tetap bekerja. Dalam surel internal yang ditinjau oleh Reuters, Fong mengutip pendapat Dewan Inspektur Jenderal untuk Integritas dan Efisiensi yang menyatakan bahwa pemecatannya tidak mengikuti prosedur hukum yang berlaku, sehingga tidak sah.
Kantor Inspektur Jenderal USDA belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini, sementara Fong sendiri menolak berbicara kepada media. Di sisi lain, juru bicara USDA menyatakan bahwa Fong meninggalkan kantor atas kemauannya sendiri, ditemani oleh dua rekan yang sempat berfoto bersama sebelum kepergiannya.
Gedung Putih Membela Keputusan
Gedung Putih membela langkah tersebut, menyebut pemecatan Fong sebagai bagian dari upaya pembersihan birokrat yang dianggap partisan. “Para birokrat partisan yang nakal ini telah dibebastugaskan untuk memberi ruang bagi individu yang akan menegakkan supremasi hukum dan melindungi demokrasi,” ujar pernyataan resmi.
Pemecatan Fong bukan satu-satunya. Ia termasuk dalam daftar 17 inspektur jenderal yang dipecat pada hari Jumat, dalam langkah yang oleh para kritikus disebut sebagai “pembersihan Jumat malam.” Langkah ini memicu kekhawatiran akan semakin meningkatnya intervensi politik dalam lembaga pengawas federal.
Peran USDA di Tengah Krisis Kesehatan dan Keamanan Pangan
Sebagai Inspektur Jenderal USDA, Fong bertanggung jawab atas pengawasan keamanan pangan, audit, investigasi, serta penegakan hukum kesejahteraan hewan. Departemen ini belakangan menjadi pusat perhatian dalam pengelolaan wabah flu burung, yang telah menyebar ke sapi dan ayam serta menewaskan satu orang di Louisiana.
Selain itu, pada tahun 2022, kantor yang dipimpin Fong meluncurkan penyelidikan terhadap perusahaan Neuralink milik Elon Musk, terkait dugaan pelanggaran kesejahteraan hewan dalam uji coba implan otak. Dalam beberapa tahun terakhir, lembaga ini juga menangani kasus penyiksaan hewan di tempat pembiakan anjing untuk laboratorium penelitian serta wabah listeria di Boar’s Head.
Respon Publik dan Kritik Tajam
Pemecatan Fong memicu reaksi keras dari sejumlah pihak. Senator Mazie Hirono menyoroti kondisi sektor pangan dan menuding pemerintahan Trump tidak peduli dengan harga bahan makanan. “Harga telur sedang melambung. Flu burung tidak terkendali. USDA seharusnya memperbaiki masalah ini. Sebaliknya, Trump menumpuk pemerintah federal dengan orang-orang yang hanya setuju dengannya,” tulisnya di media sosial X.
Sementara itu, Trump membela keputusannya, menyebut pemecatan ini sebagai hal yang “sangat umum dilakukan.” Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi Fong dan inspektur jenderal lainnya yang telah dipecat.