INSIBERNEWS - Ketua Parlemen Rusia, Vyacheslav Volodin, baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras terkait klaim bahwa Amerika Serikat (AS) berencana untuk membunuh Presiden Vladimir Putin.
Menanggapi pernyataan kontroversial yang disampaikan oleh jurnalis AS, Tucker Carlson, Volodin menegaskan bahwa jika rencana tersebut benar-benar ada, konsekuensinya bisa sangat berat, bahkan hingga berujung pada konflik nuklir antara Rusia dan AS.
Baca Juga: Headset TWS VS Headset Kabel: Mana yang Lebih Bagus dan Aman?
Dalam podcast-nya, "The Tucker Carlson Show", Carlson mengklaim bahwa pemerintahan Presiden Joe Biden mungkin terlibat dalam upaya untuk menghilangkan Putin.
Namun, pernyataan tersebut tidak disertai dengan bukti yang mendukung klaimnya, dan ini memicu reaksi tajam dari para pejabat Rusia.
Baca Juga: Israel Perintahkan UNRWA Tutup Kantor di Yerusalem, Sebab Ancam Puluhan Ribu Warga Palestina
Volodin menyampaikan kemarahannya melalui platform Telegram, menyebutkan bahwa membicarakan atau merencanakan pembunuhan Putin adalah tindakan kejam yang tak dapat diterima.
Ia juga menekankan bahwa upaya seperti itu merupakan ancaman serius bagi keamanan global dan bisa menjadi pintu gerbang menuju perang nuklir, yang tentunya akan merugikan banyak pihak.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Siapkan Sidang Etik Terkait Kasus Dugaan Pemerasan oleh Mantan Kasat Reskrim Jaksel
Tanggapan Volodin ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara Rusia dan AS, yang belakangan ini semakin intensif dalam sejumlah isu internasional.
Dikatakan oleh Volodin bahwa setiap upaya untuk melukai atau menghilangkan pemimpin Rusia akan membawa dampak yang jauh lebih besar dari sekedar konsekuensi politik, tetapi juga risiko kehancuran yang tidak bisa diabaikan oleh negara manapun.