Selain mendapat kekerasan fisik, NN juga dipaksa tinggal di dalam kandang ayam.
"Keberanian korban melarikan diri dari kandang ayam menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus ini," kata Ferry.
Beberapa warga mengaku pernah melihat NN tidur di kandang ayam yang masih dihuni unggas.
Baca Juga: Makanan Bayi 6 Bulan yang Wajib Dicoba, Panduan Lengkap Agar Si Kecil Tumbuh Sehat!
Kasus Viral di Media Sosial
Peristiwa tragis yang menimpa NN mendapat perhatian luas setelah video dan foto kondisi dirinya tersebar di media sosial.
Akun Facebook bernama Lider Giawa mengunggah informasi mengenai penderitaan NN pada Minggu, 26 Januari 2025.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa NN telah mengalami penyiksaan bertahun-tahun oleh keluarganya sendiri.
Baca Juga: Israel Perluas Serangan ke Tulkarem, Warga Palestina Terus Jadi Korban
Menurut Lider, pelaku kekerasan terhadap NN tidak hanya satu orang, tetapi melibatkan beberapa anggota keluarga, seperti paman, tante, kakek, dan neneknya.
Dalam video yang beredar, disebutkan bahwa NN diperlakukan dengan sangat kejam, termasuk diinjak-injak hingga kakinya mengalami patah di beberapa bagian. Bahkan, mulutnya disumpal kain agar tidak bisa berteriak saat disiksa.
Lider juga mengungkapkan bahwa kasus ini sebenarnya pernah dilaporkan ke Polres Nias Selatan saat NN mengalami patah kaki pertama kali. Namun, laporan tersebut tidak berlanjut.
Baca Juga: Penasaran! Mengapa Perayaan Imlek Selalu Dikaitkan dengan Hujan?
Kini, dengan adanya bukti yang lebih kuat dan keberanian korban untuk bersuara, masyarakat berharap kepolisian dapat menuntaskan kasus ini dan memberikan keadilan bagi NN.