INSIBERNEWS - Seorang ibu curhat di sosial media mengenai penyesalannya mengkonsumsi kerang saat ia hamil.
Karena anak dari ibu yang konsumsi kerang saat hamil tersebut terlahir autis.
Ibu tersebut menduga bahwa anaknya terlahir autis akibat dirinya yang mengkonsumsi kerang saat hamil.
Baca Juga: KPK Ambil Tindakan Geledah Kantor BI dan OJK Karena Ada Dugaan Korupsi Dana CSR
Mengonsumsi makanan laut selama kehamilan memang memiliki manfaat gizi yang besar.
Tetapi ada beberapa jenis makanan laut, seperti kerang, yang perlu diperhatikan dengan hati-hati.
Kerang, termasuk tiram, remis, dan kerang lainnya, mengandung banyak protein, omega-3, serta zat besi yang penting untuk perkembangan janin.
Baca Juga: KPK Ungkap Modus Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia yang Mengalir ke Komisi XI DPR
Namun, ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan oleh ibu hamil saat mengonsumsi kerang.
Salah satu risiko utama adalah keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri atau virus, seperti Vibrio atau Norovirus, yang sering ditemukan pada kerang yang tidak dimasak dengan sempurna.
Kerang hidup, terutama yang ditangkap dari perairan yang terkontaminasi, berpotensi mengandung patogen yang dapat menyebabkan infeksi.
Infeksi ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius bagi ibu hamil, seperti demam, diare, atau keracunan makanan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kesehatan janin, bahkan menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur.
Selain itu, kerang juga dapat mengandung logam berat, seperti merkuri dan kadmium, yang dapat terakumulasi dalam tubuh dan berbahaya bagi perkembangan otak janin.