INSIBERNEWS - Di hari terakhir masa jabatannya, Presiden Joe Biden memanfaatkan momen terakhirnya di Gedung Putih dengan menandatangani perintah eksekutif yang mengutamakan bantuan untuk komunitas tertinggal.
Langkah ini menjadi penutup penting dari empat tahun kepemimpinannya, sekaligus menyediakan pijakan bagi Presiden terpilih Donald Trump untuk melanjutkan upaya serupa.
Apa yang Tercakup dalam Perintah Ini?
Perintah ini mengarahkan sumber daya federal untuk membantu wilayah-wilayah yang terdampak ekonomi, dengan fokus pada:
- Investasi infrastruktur yang lebih merata.
- Pusat pelatihan kerja untuk mengatasi pengangguran.
- Pengembangan energi terbarukan yang mendorong lapangan kerja lokal.
- Akses internet pita lebar di daerah pedesaan dan terpencil.
Dengan alokasi total $54 miliar selama empat tahun terakhir, Gedung Putih berharap inisiatif ini dapat membawa perubahan besar di komunitas yang selama ini terpinggirkan.
Mengubah Kemunduran Jadi Kebangkitan
Menurut Biden, program ini adalah investasi jangka panjang yang dirancang untuk membalikkan kemerosotan ekonomi di wilayah pedalaman. “Kami telah melakukan investasi bersejarah untuk mengubah kemunduran menjadi kebangkitan,” ucapnya. Salah satu inisiatif unggulan adalah program pusat teknologi senilai $700 juta yang memperluas pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di luar Silicon Valley dan Boston.
Penasihat Gedung Putih, Lael Brainard, juga menyoroti kebijakan "Dilarang Masuk ke Pintu yang Salah," yang bertujuan mempermudah masyarakat dalam mengakses dana federal tanpa kebingungan birokrasi.
Perspektif Presiden Terpilih Donald Trump
Trump, yang sebelumnya menandatangani perintah eksekutif serupa pada tahun 2018, berencana untuk melanjutkan dan memperluas upaya ini. Dalam pidatonya, ia menekankan akan mengurangi regulasi dan meningkatkan tarif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih agresif. Trump melihat kebijakan ini sebagai peluang untuk mengeksekusi visinya tentang “Membangun Amerika Lebih Hebat Lagi.”
Warisan Biden, Awal Baru bagi Trump
Langkah Biden di hari terakhirnya mencerminkan dedikasinya terhadap pemerataan ekonomi di Amerika Serikat. Bagi Trump, ini adalah pijakan untuk melanjutkan—dan mungkin memperkuat—komitmen yang telah dicanangkan.