INSIBERNEWS - TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan memperkuat sistem pertahanan udara di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dengan menempatkan dua rudal berteknologi canggih. Komandan Lanud Dhomber, Kolonel Penerbang Fata Patria, mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk menjaga kedaulatan wilayah yang menjadi pusat pemerintahan baru Indonesia.
"Rudal ini memiliki jangkauan maksimal 100 kilometer dan akan didukung oleh radar modern," ujar Fata pada sebuah pernyataan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Penempatan lokasi rudal tersebut dirahasiakan demi keamanan, namun telah dipastikan berada di kawasan strategis IKN, meski tidak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Sistem Pertahanan Udara Pintar
Menurut Fata, persiapan infrastruktur, personel, dan sumber daya lain sedang dilakukan untuk mengimplementasikan sistem pertahanan udara pintar. Hal ini sejalan dengan Keputusan Menteri Pertahanan Nomor 1746/M/XII/2023 yang menetapkan sistem pertahanan negara berbasis teknologi modern, tangguh, dan memiliki daya tangkal tinggi.
"IKN berada di tengah Indonesia, sehingga posisinya sangat strategis. Saat IKN mulai beroperasi sebagai pusat pemerintahan, sistem pertahanan udaranya harus sudah andal," tambahnya.
IKN Resmi Jadi Ibu Kota pada 2028
Kepindahan pemerintahan ke IKN dijadwalkan mulai pada 2028 setelah infrastruktur pemerintahan, termasuk kantor eksekutif, legislatif, dan yudikatif, rampung. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa IKN ditargetkan menjadi ibu kota politik selambat-lambatnya pada 2029.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, juga mengonfirmasi kesiapan lembaganya untuk pindah ke IKN. “Kami akan menyesuaikan keputusan pemerintah, termasuk mempersiapkan gedung baru di sana,” kata Puan.
Visi Besar Jokowi dan Masa Depan Indonesia
Rencana pemindahan ibu kota merupakan salah satu gagasan besar yang pertama kali diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2019. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan, mengatasi permasalahan Jakarta, seperti kemacetan dan polusi, serta mengurangi kesenjangan ekonomi antara Pulau Jawa dan wilayah lainnya.
Lokasi IKN di Kalimantan Timur, yang bebas dari risiko bencana besar, dipilih dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan peluang pengembangan ekonomi. Proyek ambisius ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban Jakarta tetapi juga menciptakan wajah baru bagi Indonesia yang lebih modern dan terintegrasi.