news

30 Persen Masyarakat Indonesia Alami Penyakit Mental, Depresi dan Kecemasan Jadi Masalah Serius! Ini Penyebab dan Solusi yang Diberikan Menkes Budi

Jumat, 17 Januari 2025 | 16:53 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin Ungkap Gangguan Mental di Indonesia Meningkat (Kemenkes RI)

INSIBERNEWS - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini mengungkapkan fakta mengejutkan tentang kondisi kesehatan mental di Indonesia.

Menurutnya, sekitar 30 persen dari total populasi Indonesia, yang berarti lebih dari 84 juta jiwa, mengalami gangguan mental. Angka ini setara dengan jumlah penduduk di dua provinsi besar, yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Apa Saja Penyebabnya?

Penyakit mental seperti depresi, kecemasan, dan gangguan bipolar kini semakin marak, bahkan di kalangan mereka yang berpendidikan tinggi.

Budi menekankan pentingnya perhatian terhadap masalah ini karena gangguan mental tidak hanya memengaruhi kesehatan pribadi, tetapi juga bisa memengaruhi kinerja sosial dan ekonomi seseorang. Lebih dari itu, gangguan mental sering kali kurang mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah.

 Baca Juga: Megawati dan Prabowo Dijadwalkan Bertemu, Meredakan Ketegangan Politik atau Ada Agenda Lain? Said Abdullah Klarifikasi Soal Isu Barter Status Hukum

Program Skrining Kesehatan Mental, Solusi Dari Pemerintah

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia telah merancang program skrining kesehatan mental yang dapat diakses oleh masyarakat umum, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan lansia.

Skrining ini akan dilakukan dengan kuesioner yang bertujuan untuk mendeteksi dini gangguan mental agar bisa segera ditangani.

Kasus Perundungan yang Menggugah Kesadaran Kesehatan Mental

Salah satu kasus yang mengungkapkan pentingnya program ini adalah tragedi perundungan yang terjadi di Universitas Diponegoro. Seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) bernama dr. Aulia Risma Lestari ditemukan meninggal dunia pada September 2024.

Dugaan awal mengarah pada tindakan bunuh diri akibat perundungan yang dialami selama masa pendidikannya. Kasus ini memicu perhatian publik dan menyoroti bagaimana tekanan mental bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan serius.

 Baca Juga: Kementan Akan Impor 200 Ribu Sapi Perah untuk Program Makan Bergizi Gratis - Apa Dampaknya bagi Pangan dan Masa Depan Industri Susu Indonesia?

Tantangan Global: Gangguan Mental sebagai Pandemi

Halaman:

Tags

Terkini