Megawati dan Prabowo Dijadwalkan Bertemu, Meredakan Ketegangan Politik atau Ada Agenda Lain? Said Abdullah Klarifikasi Soal Isu Barter Status Hukum

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 17 Januari 2025 | 16:46 WIB
Megawati dan Prabowo Siap Bertemu? (Adi Sutiyawan)
Megawati dan Prabowo Siap Bertemu? (Adi Sutiyawan)

INSIBERNEWS - Rencana pertemuan antara Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Said Abdullah, berharap pertemuan itu dapat terjadi sebelum kongres PDI Perjuangan digelar.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah positif bagi politik nasional dan meredakan kegaduhan yang muncul belakangan ini.

 Baca Juga: Kementan Akan Impor 200 Ribu Sapi Perah untuk Program Makan Bergizi Gratis - Apa Dampaknya bagi Pangan dan Masa Depan Industri Susu Indonesia?

Megawati dan Prabowo: Pertemuan yang Ditunggu

Said Abdullah menegaskan bahwa pertemuan Megawati dengan Prabowo tidak perlu ditafsirkan sebagai upaya untuk membarter status hukum Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP yang kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap. Hasto, yang terlibat dalam perkara suap terkait Harun Masiku, telah menetap sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Said mengungkapkan, "Jangan dimaknai pernyataan Bu Mega sebagai bentuk barter dengan apa yang sedang dialami Mas Hasto karena tidak ada kaitannya dan bukan karakter Ibu Mega memperdagangkan hukum."

Pertemuan antara kedua tokoh besar ini dipandang sebagai langkah positif untuk kehidupan politik Indonesia. Said Abdullah juga mengingatkan agar hubungan baik mereka tidak dipandang sebagai praktik politik dagang sapi yang merujuk pada transaksi yang lebih mengutamakan keuntungan politik pribadi. "PDI Perjuangan masuk ke dalam pemerintahan lantaran kedua tokoh tidak memiliki karakter demikian," tambah Said.

Pesan Konstruktif untuk Bangsa

Menurut Said, jika pertemuan ini terlaksana, Megawati kemungkinan besar akan berbicara tentang isu-isu strategis seperti politik negara, politik pangan, energi, serta pentingnya mematuhi konstitusi. Said yakin bahwa PDI Perjuangan tetap berkomitmen pada visi dan cita-cita besar Indonesia, dan meskipun berada di luar pemerintahan, partainya akan tetap menjadi sahabat konstruktif bagi pemerintahan Prabowo.

“PDI Perjuangan akan tetap berada di luar pemerintahan dan akan menjadi sahabat yang konstruktif,” ujar Said.

Rencana Pertemuan yang Sudah Lama Disiapkan

Rencana pertemuan antara Megawati dan Prabowo sendiri sudah mengemuka sejak tahun lalu, dan salah satu pendorongnya adalah video Puan Maharani, Ketua DPR sekaligus anak Megawati, yang menyampaikan keinginan Prabowo untuk bertemu. Said Abdullah mengungkapkan bahwa pertemuan ini bisa saja terjadi setelah proses sidang Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) selesai, yang memicu diskusi lebih lanjut tentang langkah-langkah pasca-Pemilu.

 Baca Juga: Thailand Setuju Legalkan Kasino dan Perjudian untuk Tingkatkan Ekonomi - Potensi Pendapatan dan Lapangan Kerja Baru! Apa Dampaknya bagi Dunia?

Status Hukum Hasto Kristiyanto

Kasus yang melibatkan Hasto Kristiyanto kembali mencuat dengan penetapan statusnya sebagai tersangka dalam kasus suap Harun Masiku terhadap mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. KPK menemukan bukti keterlibatan Hasto dalam upaya memenangkan Harun Masiku sebagai anggota DPR RI melalui berbagai tindakan yang melanggar hukum.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyebutkan bahwa Hasto berperan aktif dalam proses tersebut. "Penyidik menemukan adanya bukti keterlibatan saudara HK dalam perkara suap ini," katanya.

Dengan dinamika politik dan hukum yang tengah berlangsung, pertemuan antara Megawati dan Prabowo menjadi momen penting bagi PDI Perjuangan dan bagi perjalanan politik Indonesia secara keseluruhan.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X