“Dana sudah ada di APBD, jadi program ini bukan sesuatu yang ‘dari kayangan’. Semua sudah dirancang agar berjalan efektif,” ungkap Pramono.
Teruntuk menu sarapan, nantinya akan dirancang bervariasi dan bergizi, termasuk menu khas Jakarta seperti nasi uduk.
“Yang penting sehat, menunya akan diganti secara berkala,” tambahnya.
Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Meski memiliki fokus berbeda, program sarapan gratis ini akan disinergikan dengan program makan bergizi gratis dari pemerintah pusat.
“Ini adalah dua hal yang berbeda, tapi akan kami sinergikan agar hasilnya maksimal,” jelas Pramono.
Dengan dana yang sudah dialokasikan dan program yang realistis, Tim Transisi Pramono-Rano optimis bahwa program-program ini bisa segera dijalankan setelah pelantikan.
“Kami yakin, semuanya bisa berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi warga Jakarta,” pungkas Chico.