INSIBERNEWS - Seluruh pasar hewan di Ponorogo terpaksa harus ditutup akibat virus PMK (penyakit mulut dan kuku) merebak.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit hewan yang sangat menular dan menyerang semua hewan berkuku belah/genap.
Seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liar yang seperti gajah, rusa, dan lainnya.
Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup di tulang, kelenjar susu serta produk susu.
Masa inkubasinya sekitar 1-14 hari, dengan angka kesakitan bisa mencapai 100% dan angka kematian tinggi pada hewan muda atau anak.
Ciri hewan yang terjangkit PMK diantaranya :
• Lepuh/lesi pada gusi
• Lepuh pada mukosa mulut
• Keluar air liur berlebihan (hipersalivasi)
• Luka pada kuku dan kukunya lepas
• Lepuh/lesi pada lidah
Salah satu pasar yang terpaksa diturup adalah Pasar Pahing di Kecamatan Jetis, yang akan ditutup hingga 21 Januari 2025.
Langkah penutupan pasar hewan menyebabkan harga jual sapi anjlok hingga 50 persen.
Salah satunya dialami oleh pedagang Suyadi, yang sapi sehatnya kini hanya ditawar Rp 8 juta dari harga normal sebelumnya Rp 16 juta.
Baca Juga: Terkuak! Ibu Ronald Tannur Suap Hakim PN Surabaya Sebanyak 20 Ribu SGD
Sedangkan beberapa pedagang ternak kambing nekat berjualan di pinggir jalan, meskipun harga kambing turun hingga Rp300.000.