news

Bahlil Lahadalia Bela Jokowi Soal Tuduhan Perpanjangan Masa Jabatan 3 Periode

Selasa, 31 Desember 2024 | 14:26 WIB
Bahlil lahadalia - Ketua Umum Partai Golkar (Bloomberg)

INSIBERNEWS - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, angkat bicara terkait tudingan yang mengaitkan Presiden Joko Widodo dengan wacana memperpanjang masa jabatan menjadi tiga periode.

Bahlil menjelaskan bahwa ide penundaan Pilpres 2024, yang sempat beredar, sebenarnya berasal darinya dan bukan merupakan usulan atau permintaan dari Presiden Jokowi.

Baca Juga: Kemenperin Ungkap Komunikasi dengan Apple Terkait Investasi Masih Lewat WhatsApp, Belum Ada Pembahasan Formal

Ia menekankan bahwa gagasan tersebut muncul setelah melihat dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

Menurut Bahlil, ide tersebut muncul dari diskusi dengan sejumlah pengusaha terkait dengan situasi perekonomian Indonesia pasca-pandemi.

Baca Juga: Semarak Jakarta Mendunia: Sambut Tahun Baru 2025, Ini Daftar Titik yang Terkena Penutupan Jalan!

Dalam pembicaraan itu, muncul kemungkinan untuk menunda penyelenggaraan Pilpres. Bahlil menegaskan bahwa tidak ada niat atau pembicaraan mengenai memperpanjang masa jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode, sebagaimana yang dituduhkan beberapa pihak.

Baca Juga: Sekjen PBB: 2025 Harus Jadi Awal Baru untuk Dunia yang Bersatu

"Saya yang mengusulkan itu (penundaan Pilpres), bukan Jokowi. Jangan salahkan Presiden. Itu adalah omongan saya, bukan ide dari beliau," kata Bahlil dengan tegas saat menghadiri acara di DPP Partai Golkar, Jakarta, pada Selasa (21/12/2024).

Ia menambahkan bahwa wacana tersebut tidak pernah mendapat perintah atau persetujuan dari Presiden Jokowi.

Baca Juga: PDIP Minta KPK Fokus Tangani Kasus Besar Yang Mandek, Respons Dugaan Skandal Korupsi

Bahlil juga menanggapi tudingan yang menyebut bahwa Presiden Jokowi terlibat dalam upaya untuk memperpanjang masa jabatan.

Ia membantah keras hal tersebut dan menegaskan bahwa Jokowi tidak pernah mengarahkan siapapun untuk mendukung gagasan tiga periode.

Menurutnya, tudingan tersebut tidak sesuai dengan kenyataan dan bisa menyesatkan masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini