news

Amerika Serikat Terancam Gagal Bayar Utang pada Januari 2025, Begini Menurut Menkeu Janet Yellen

Senin, 30 Desember 2024 | 14:57 WIB
Ilustrasi Bendera Amerika Serikat (AS) (FOTO : Deposiphotos)

INSIBERNEWS - Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, mengeluarkan peringatan serius terkait batas utang negara yang bisa tercapai pada Januari 2025.

Dalam surat yang dikirim kepada Kongres pada Jumat, 29 Desember 2024, Yellen memperkirakan bahwa pemerintah AS dapat mencapai batas utang pada antara 14 hingga 23 Januari.

Baca Juga: Belum 24 Jam Jeju Air Terlibat Insiden Kecelakaan, Pagi Ini Pesawat Lakukan Pendaratan Darurat Karena Rusak Pada Roda

Jika itu terjadi, Yellen menyatakan Departemen Keuangan akan mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menghindari gagal bayar.

“Jika batas utang tercapai, kami akan segera mengambil tindakan untuk mencegah default, namun jika gagal bayar terjadi, akan ada konsekuensi besar bagi ekonomi AS dan dunia,” ujar Yellen.

Baca Juga: Viral! SIM Online Gratis 31 Desember 2024, Benarkah Kebijakan Resmi Prabowo? Cek Faktanya!

Sumber utama peringatan ini adalah ketergantungan negara dalam menerbitkan obligasi untuk membayar utang jangka panjang.

Tanpa kemampuan untuk meminjam lebih banyak uang, AS akan kehabisan dana untuk membayar utang yang lebih lama.

Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Dokumen yang Disimpan Connie Rahakundini Berpotensi Ungkap Kejahatan Kekuasaan Jokowi

Sejak negara ini pertama kali menerbitkan obligasi pemerintah, AS belum pernah mengalami gagal bayar utang.

Batas utang negara biasanya dinaikkan oleh Kongres sebelum hal itu terjadi, namun dengan ketegangan politik yang tinggi saat ini, ada kekhawatiran bahwa proses tersebut bisa memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.

Baca Juga: Buntut Tragedi Pesawat Jatuh di Muan, CEO Jeju Air Minta Maaf

Jika gagal bayar benar-benar terjadi, dampaknya akan sangat besar. Selain gangguan pada ekonomi domestik, perekonomian global juga bisa mengalami kerugian.

Sebagai gambaran, pada 2013, ketika AS hampir gagal bayar utang dan batas utang dinaikkan pada menit terakhir, ekonomi negara tersebut kehilangan satu persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Halaman:

Tags

Terkini