INSIBERNEWS - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan tanggapan terhadap kritik Ketua Komisi III DPR Habiburokhman yang menyebut Mahfud MD sebagai "orang gagal."
Pernyataan tersebut mencuat setelah Mahfud, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), mengkritisi wacana denda damai untuk koruptor.
Baca Juga: Gedung Rektorat UIN Jakarta Kebakaran, Diduga Akibat Konsleting Listrik
Pigai menyatakan bahwa ia telah lama mengkritik Mahfud MD, terutama sejak menjabat sebagai Menko Polhukam. Dalam sebuah cuitan di akun media sosial pribadinya pada Senin (30/12/2024), Pigai menyoroti tiga kegagalan utama Mahfud.
Pertama, menurut Pigai, Mahfud dinilai belum berhasil menyinkronkan berbagai peraturan hukum yang tumpang tindih.
Baca Juga: Netanyahu Jalani Operasi Prostat di Tengah Konflik Gaza
Kedua, ia menyebut pembenahan dalam penegakan hukum masih jauh dari profesional. Ketiga, Pigai menilai Mahfud gagal membangun budaya anti-korupsi secara menyeluruh, lebih sering terfokus pada kasus-kasus besar yang dianggapnya sebagai "aksi numpang tenar."
Baca Juga: Jelang Tahun Baru 2025, Polsek Cibatu Ajak Warga Aktifkan Siskamling Cegah Gangguan Kamtibmas
Dalam cuitannya, Pigai juga menyertakan tautan berita lama yang mengulas kritik serupa pada 2020. Aktivis HAM tersebut menegaskan bahwa kritik ini ia sampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun bangsa.
Meski demikian, Pigai tetap menghormati upaya Mahfud MD untuk memberikan masukan yang dianggapnya penting bagi kemajuan negara.
Baca Juga: Lansia 74 Tahun Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Lampung, Honda Brio Diduga Penyebab Utama
"Saya hargai kritik dari siapa pun, termasuk Pak Mahfud MD. Kita semua bertanggung jawab untuk memastikan rakyat tahu siapa yang benar-benar tulus memperjuangkan kepentingan bangsa," ungkap Pigai.
Ia juga menyebut pentingnya diskusi sehat di ruang publik sebagai cara untuk mencari solusi atas permasalahan negara.